Ombudsman Sumsel nilai jembatan darurat di OKU rawan kecelakaan

id Jembatan darurat, Ogan Komering Ulu, tidak ada papan informasi, kendaraan masuk ke jurang, Ombudsman Perwakilan Sumsel.

Ombudsman Sumsel nilai jembatan darurat di OKU rawan kecelakaan

Kondisi jembatan darurat di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU sangat memprihatinkan, Jumat. (ANTARA/Edo Purmana/21)

Baturaja (ANTARA) - Ombudsman Perwakilan Sumsel menilai jembatan darurat di Desa Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) rawan kecelakaan akibat kelalaian pemerintah melalui instansi terkait yang tidak memperhatikan keselamatan warga pengguna fasilitas umum tersebut selama dilakukan pembangunan jembatan permanen.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumsel, M Adrian Agustiansyah di Baturaja, Jumat mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau lokasi jembatan setelah banyak laporan kecelakaan di jalur tersebut.

Menurut dia, hal tersebut disebabkan adanya kelalaian dari pemerintah dalam hal ini Dinas PU Sumsel yang tidak memperhatikan keselamatan pengendara.

Dia menjelaskan, saat meninjau lokasi jembatan darurat, tim juga tidak menemukan adanya papan informasi pembangunan jembatan permanen sehingga berpotensi melanggar UU Informasi Keterbukaan Publik.  "Kami lihat memang tidak ada papan proyek sehingga hal ini sudah masuk maladministrasi. Untuk jembatan darurat ini juga seharusnya dibenahi agar tidak memakan banyak korban,” ujarnya.

Sementara, Pelaksana Harian Bupati OKU, Edward Candra mengaku sudah sering mengingatkan kontraktor untuk memperhatikan kondisi jembatan darurat.

"Bahkan, kami juga sempat menghubungi pihak Dinas PU Sumsel dan akan memperbaiki jembatan darurat tersebut dalam waktu dekat," ujarnya.

Sementara itu, menurut Rudi salah seorang warga setempat menilai jembatan darurat di Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU dinilai membahayakan para pengguna jalan yang melintas.

Sejak dibangun beberapa waktu lalu sedikitnya tiga unit kendaraan roda empat masuk ke jurang saat melintas di jembatan berlantai papan tersebut.

"Sudah tiga kendaraan yang masuk ke jurang karena kondisi jembatan sangat memprihatinkan," ungkap Rudi.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021