Menadah air hujan jaga kearifan lokal untuk kehidupan

id kalbar,pontianak, hari air sedunia,water day, pdam pontianak,mabm kalbar,air hujan,menadah air hujan, sumber kehidupan

Menadah air hujan jaga kearifan lokal untuk kehidupan

Susiyatin, warga Kelurahan Siantan Hilir, Kota Pontianak mengambil air hujan dari tempayan sebagai sumber air bersih untuk menanak nasi. (ANTARA/Dedi)

Pontianak (ANTARA) - Susiyatin, warga Kelurahan Siantan Hilir, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, menggeser tutup tempayan atau penampung air hujan. Tempayan dengan volume sekitar 200 liter tersebut terbuat dari semen.

Perempuan berusia 50 tahun tersebut memasukkan air hujan ke dalam panci berisi beras. Setelah komposisi beras dan air dianggap cukup, ibu dua anak tersebut beranjak dari samping rumah menuju ke dapur untuk menanak nasi.

Bagi Susiyatin air hujan yang ditampung sebagai sumber air bersih sudah dilakukan sejak turun- temurun. Air hujan yang ditampung saat hujan juga menjadi solusi dan gratis bagi keluarganya untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak.

"Selama ini untuk air minum dan memasak kami menggunakan air hujan, itu bersih dan gratis, sedangkan air pam untuk mandi dan mencuci saja. Kami ada sumur untuk siram tanaman atau mencuci kendaraan," ujarnya, ketika ditemui ANTARA.

Apa yang dilakukan Susiyatin hampir sebagian besar juga dilakukan warga Pontianak, bahkan di Kalbar. Kota Pontianak dengan luas 118,3 KM2 yang dibelah sungai terpanjang di Indonesia, yakni Sungai Kapuas, tidak memiliki sumber air bersih karena tidak memiliki kawasan pergunungan. Air Sungai Kapuas hanya dijadikan sumber bahan baku pam dan dalam 10 tahun terakhir permukaan air sungai itu turun.

Dengan persoalan dan tantangan yang ada, setiap rumah warga menyiapkan penampung air hujan, baik berupa tempayan, tong drum, tanki air, maupun sumur penampung sebagai alternatif memenuhi air bersih, sekaligus untuk cadangan.
Manajemen dari PDAM Tirta Khatulistiwa melihatkan proses penyaringan air baku menjadi air bersih siap digunakan masyarakat. (ANTARA/Dedi)

Tantangan

Kondisi cuaca dan iklim serta letak geografis suatu daerah sangat mempengaruhi ketersediaan air. Selain itu peran pemerintah daerah dalam upaya menyediakan air bersih dengan kebijakan maupun layanan publik melalui badan usaha yang dihadirkan juga sangat penting.