Jasa raharja Sumsel salurkan santunan Rp 52 miliar

id Jasa raharja, jasa raharja sumsel, santunan meninggal, klaim asuransi, asuransi kecelakaan, bus sriwijaya,berita sumsel, berita palembang, antara sums

Jasa raharja Sumsel salurkan santunan Rp 52 miliar

Kabag Operasional Jasa Raharja Sumsel Ahmad Situmeang, Senin (20/1) (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - PT Jasa Raharja Cabang Sumatera Selatan menyalurkan santunan Rp52.387.364.169 selama 2019 yang mayoritasnya diperuntukkan bagi korban meninggal dunia.

Kabag Operasional Jasa Raharja Sumsel Ahmad Situmeang di Palembang, Senin mengatakan nilai santunan selama 2019 tersebut mengalami peningkatan dari 2018 yang menyalurkan total sekitar Rp49 miliar.

"Kira-kira ada peningkatan Rp4 miliar, dari tahun sebelumnya," ujar Ahmad Situmeang.

Menurut dia dari Rp52 miliar santunan yang disalurkan, sebanyak Rp38 miliar diperuntukkan korban meninggal dunia, lalu Rp12 miliar korban luka-luka, Rp723 juta untuk korban cacat dan Rp40 juta untuk biaya penguburan.

Dilihat dari segi kasus kecelakaan, Jasa Raharja Sumsel mengeluarkan santunan paling besar untuk korban kecelakaan bus PO Sriwijaya pada 24 Desember 2019 di Kota Pagaralam yang menyebabkan 18 warga Sumsel meninggal dunia.

"Untuk korban meninggalnya diberikan Rp50 juta per jiwa dan korban luka-luka kami tanggung biaya perawatannya hingga Rp20 juta per orang, nilainya sama antara korban bus Sriwijaya maupun kecelakaan lainnya," ujar Ahmad.

Santunan korban meninggal diberikan kepada ahli waris dengan skema non-tunai, kata dia, sedangkan santunan luka-luka dibayarkan ke masing-masing rumah sakit sesuai biaya perawatan, jika biaya lebih dari Rp20 juta maka sisanya ditanggung BPJS.

Sementara secara umum kasus kecelakaan lalu lintas roda dua masih mendominasi realisasi santunan yang mencapai 55 persen dari keseluruhan, kebanyakan korban, bahkan masih kalangan usia pelajar.

"Memang sangat disayangkan sekali yang menjadi korban paling dominan itu pelajar, mungkin ini juga perlu perhatian orang tua terhadap keselamatan anak-anak ketika menggunakan kendaraan roda dua," kata Ahmad.

Selain itu, di Wilayah Sumsel tercatat titik-titik rawan kecelakaan masih terjadi di Jalan Lintas Timur, Jalan Tanjung Api-Api, Jakabaring dan jalan-jalan dalam Kota Palembang.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar