Inovasi pelayanan publik sumsel didorong masuk 40 besar

id herman deru,diah natalisa,pelayanan publik

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( PANRB) Prof. Diah Natalisa memberikan plakat atas capaian inovasi pelayanan publik kepada Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin (3/12). (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( PANRB) Prof. Diah Natalisa mendorong inovasi pelayanan publik di Provinsi Sumatera Selatan masuk 40 besar nasional. 

"Dorongan ini melihat capaian pemprov, pemkab dan pemkot di Sumsel yang mendapatkan berbagai penghargaan, ada tiga inovasi pelayanan publik sumsel masuk top 99 tahun ini, kalau bisa tahun depan masuk top 40," kata Diah Natalisa saat peluncuran JIPP Sumsel dan Simposium pelayanan publik di Palembang, Senin. 

Tiga inovasi pelayanan publik tersebut pertama 'Mpek Ikan Belida' (proyek perekaman mata untuk pengobatan katarak dengan berkeliling ke daerah terpencil dan gratis dari RS Khusus Mata Sumsel. 

Kedua 'Rumah UMKM Gerbang Serasan' (rumah pembinaan bagi UMKM Kabupaten Muara Enim), dan ketiga 'Silakan Deh' (layanan keuangan dan aset daerah terpadu satu pintu dari BPKAD Kabupaten Muara Enim. 

Selain itu inovasi Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) di sumsel bahkan sudah masuk top 25 nasional, tahun depan pihaknya mendorong Sumsel. Masuk top 10. 

"Kalau dari Sumsel ada yang masuk top 40 ditambah beberapa indikator penilaian, maka bisa mendapatkan Dana Insentif Kementerian Keuangan, besarnya Rp 7 - 10 Miliar, sampai tahun 2019 dari sumsel tidak ada yang masuk dalam 24 kabupaten/kota penerma dana insentif," ujar Diah Natalisa. 

Pihaknya juga sudah menetapkan Sumsel sebagai salah satu wilayah di Sumatera yang membangun Jaringan Informasi Pelayanan Publik (JIPP) bekerjasama dengan TRANSFORMAS-GIZ (Jerman) guna menciptakan model inovasi pelayanan publik. 

"Saya berharap adanya JIPP bersama GIZ Jerman ini bisa menumbuhkan inovasi-inovasi seperti daerah lain, agar Pemprov Sumsel bisa belajar dan sekaligus menjadi model bagi kabupaten/kota," ungkapnya.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemprov sumsel komitmen meningkatkan pelayanan publik, bahkan ia menilai perlu di lakukan sistem jemput bola pada banyak layanan. 

"Tahun depan target kami masuk top 40, supaya terwujud saya pikir harus ada beberapa pembenahan, salah satunya jemput bola, jadi jangan lagi pelayanan ke masyarakat ini statis alias menunggu mereka datang, lebih baik pemerintah yang mendatangi masyarakat," tambah Herman Deru.
 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar