Pemkab Musi Banyuasin luncurkan penggunaan aspal karet

id aspal,aspal dari karet,berita sumsel,berita palembang,antara palembang

Bupati Muba Dodi Reza meluncurkan penggunaan aspal karet untuk meningkatan kualitas infrastruktur jalan dan penyerapan karet dalam negeri (Dok.Humas Muba)

Sekayu (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, meluncurkan penggunaan aspal karet untuk meningkatan kualitas infrastruktur jalan dan penyerapan karet dalam negeri.

Peluncuran penggunaan aspal hotmix dengan campuran serbuk karet alam teraktivasi (SKAT) ini dilakukan di Desa B4 Mulyorejo, Kecamatan Sungai Lilin, Kamis.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan, anjloknya harga karet di kalangan petani rakyat menimbulkan keprihatinan sehingga harus ditemukan solusi nyatanya yakni penyerapan dalam negeri. Kabupaten Muba langsung berinisiatif menjadi yang pertama di Indonesia.
Saya tidak ingin kondisi ini berlarut-larut, langsung action saja, dan Muba langsung mewujudkannya dengan menggunakan karet untuk campuran aspal, kata Dodi.

Pada tahap awal, kata dia, aspal berbahan campuran karet ini akan diterapkan di jalan Desa Mulya Rejo B4 Kecamatan Sungai Lilin dengan panjang jalan 465 meter atau mampu menyerap sekitar 8,49 ton karet alam milik petani rakyat.

Dodi mengatakan, hal ini bisa terwujud, selain karena adanya komitmen dari pemerintah kabupaten, juga adanya teknologi pembuatan aspal hotmix menggunakan campuran serbuk karet alam teraktivasi (SKAT).
Bupati Muba Dodi Reza meluncurkan penggunaan aspal karet untuk meningkatan kualitas infrastruktur jalan dan penyerapan karet dalam negeri. (Dok.Humas Muba)

Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR Deded Permadi Sjamsudin mengatakan langkah pemkab ini tepat, karena aspal karet ini sejatinya jauh lebih murah karena memiliki daya tahan lebih lama.

"Kami apresiasi langkah dan terobosan Bupati Muba Dodi Reza untuk komitmen pembangunan infrastruktur jalan di daerahnya, kami berharap ini terus berlanjut dan menjadi contoh kabupaten lain terutama kabupaten penghasil karet, kaa dia.

Pusat Penelitian Karet mengungkapkan penggunaan karet alam dalam campuran aspal dipastikan lebih murah meski untuk investasi awal jauh lebih mahal.

Untuk itu, Pemkab Muba tidak segan-segan mengalokasikan dana APBD Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp1,8 miliar, apalagi memiliki sekitar 250.000 hektare lahan karet, 90 persen diantaranya dimiliki oleh petani rakyat.

"Investasi awal memang lebih mahal sekitar 25 persen dari aspal biasa, tetapi jika dilihat daya tahannya yang mencapai 50 persen maka secara keseluruhan bisa dikatakan teknologi ini lebih murah," kata Direktur Pusat Penelitian Karet Karyudi.

Harga karet di pasaran ekspor anjlok sejak 2013 dan hingga kini belum merangkak naik ke harga ideal di atas Rp10.000 per kg.

Saat ini, harga di tingkat petani hanya berkisar Rp6.000 per kg.

Pemerintah telah berupaya untuk mengatasinya, salah satunya menggandeng negara-negara pengekspor karet seperti Thailand dan Malaysia untuk mengurangi pasokan ekspor.

Namun, jatanya, upaya ini juga kurang efektif mengingat bermunculan negara-negara baru pengekspor karet. Saat ini di pasaran internasional terdapat kelebihan pasokan 2,5 juta ton.

Untuk it pemerintah menilai, langkah paling efektif untuk mengatasi persoalan ini yakni meningkatkan serapan dalam negeri mengingat sejauh ini baru mencapai 18 persen dari total produksi 3,1 juta ton per tahun.
 
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar