Palembang upayakan pasar murah atasi kenaikan sembako

id operasi pasar, pasar sembako murah, pasar murah, wawako, pemkot palembang, pemkot palembang upayakan pasar murah, harga

Palembang upayakan pasar murah atasi kenaikan sembako

Arsip - Sejumlah petugas Bulog melayani warga yang membali barang kebutuhan pokok pada Operasi Pasar Bulog Divre Sumsel-Babel di Pasar Lemabang, Palembang. (ANTARA Sumsel/Feny Selly/17/i016)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, tengah mengupayakan kegiatan pasar murah dan operasi pasar untuk mengatasi kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah/2020.

"Harga beberapa kebutuhan pokok/sembako seperti beras dan gula bahkan harga ayam mulai bergerak naik, kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena bisa menambah beban masyarakat di tengah pandemi COVID-19 yang banyak mengalami gangguan ekonomi dan kehilangan pekerjaan," ujar Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda di Palembang, Jumat.

Menurut dia, berdasarkan kunjungan ke sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari ini, banyak keluhan dari masyarakat mulai terjadi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang menambah beban ekonomi keluarga mereka.

Untuk mengendalikan kenaikan harga kebutuhan masyarakat tersebut, pihaknya akan mengupayakan operasi pasar dan pasar murah.

Selain itu, untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok masyarakat agar tidak terjadi kenaikan melebihi batas kewajaran, pihaknya berupaya melakukan pengawasan bersama pihak kepolisian dan instansi terkait yang tergabung dalam Satgas Pangan, ujar Wawako.

Sementara  itu, salah seorang pedagang ayam di Pasar Tradisional Sekip Ujung Palembang, Darwin menjelaskan bahwa harga daging ayam potong sekarang ini mencapai Rp32.000 per kilogram padahal beberapa pekan sebelumnya paling tinggi Rp25.000/kg.

"Harga daging ayam pada April 2020 sempat anjlok di bawah Rp20.000/kg memasuki Mei bergerak naik dan kini mencapai Rp32.000/kg," ujarnya.

Kondisi tersebut dipengaruhi pasokan dari pengusaha/peternak ayam potong yang kurang lancar dan jumlahnya berkurang, sedangkan permintaan sedikit meningkat.

Selain itu, dipengaruhi biaya tebus yang ditetapkan pihak peternakan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, sehingga pedagang menjual ke pelanggan disesuaikan dengan kenaikan penebusan barang dagangan.

Kenaikan harga daging ayam potong ini diperkirakan akan berlangsung sepanjang Mei dan Juni 2020 ini karena seusai Lebaran banyak warga yang menggelar acara syukuran dan pesta pernikahan membutuhkan ayam untuk salah satu menu hidangan kepada tamunya.

Menghadapi kondisi tersebut, pedagang berharap Pemda dan instansi terkait mengendalikan kenaikan harga ayam dan beberapa kebutuhan masyarakat lainnya sehingga aktivitas jual beli di pasar tradisional kembali normal, karena jika harga terus naik dapat mengakibatkan penurunan penjualan dan pendapatan mereka.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar