Waspadai musim kemarau di Sumsel

id Kemarau, waspada, kebakaran,bppd,kebakaran hutan

Foto arsip. Anggota Manggala Agni mencoba memadamkan api saat kebakaran lahan di desa Ibul Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Sabtu (28/7/2018). Tim Manggala Agni dibantu TNI dan Polres setempat berupaya memadamkan api yang melanda sekitar tiga hektare lahan, tapi terkendala minimnya pasokan air karena kekeringan. (ANTARA FOTO/Feny Selly)

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan minta seluruh lapisan masyarakat terutama instansi yang berkaitan langsung dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan untuk selalu waspada memasuki kemarau 2019.

Sekarang ini telah memasuki musim kemarau sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Iriansyah di Palembang, Senin.

Pihaknya tidak menginginkan terjadi kebakaran hutan dan lahan seperti pada 2015 dimana kabut asap di daerah ini cukup tebal.

Dan itu harus dihindari melalui kewaspadaan yang maksimal, ujar dia.

Apalagi Sumsel banyak terdapat lahan gambut dan bila itu terbakar sulit untuk dipadamkan.

Oleh karena itu kehati-hatian harus ditingkatkan sehingga Sumsel terhindari kebakaran hutan dan lahan serta kebun sepeti pada empat tahun lalu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Tjahtanto mengatakan, sesuai dengan prakiraan, puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada bulan Juli.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, awal musim kemarau tahun ini dimulai pada bulan Juni. Walaupun sampai hari ini kondisi cuaca masih kondusif, hujan masih ada.

Namun diingatkan lagi kepada semua pihak untuk tidak terlena dan selalu siaga dalam menghadapi perubahan cuaca dan iklim yang seringkali tak menentu, ujar dia dalam rapat beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, sehubungan itu upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Sumsel makin ditingkatkan oleh semua pihak, melalui berbagai strategi pendekatan yang lebih efektif.

Hal ini karena, Sumsel termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kerawanan kebakaran hutan, kebun dan lahan sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan, tambah dia.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar