Masyarakat Desa Lubuk Leban budidayakan tanaman jagung

id desa lubuk leban, budidaya tanaman jagung, tanaman jagung, petani oku kembangkan jagung, pertanian jagung

Dokumentasi - Petani memperlihatkan areal tanaman jagung miliknya (ANTARA Sumsel/Edo Purmana/17)

....Selain tanaman jagung kami juga membudidayakan bawang merah....
Baturaja (ANTARA Sumsel) - Masyarakat Desa Lubuk Leban Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan membudidayakan tanaman jagung guna menunjang perekonomian penduduk di wilayah itu yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

"Selain tanaman jagung kami juga membudidayakan bawang merah," kata Kepala Desa Lubuk Leban Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Ogan Komering Ulu (OKU), Saharudin di Baturaja, Senin.

Dia mengatakan, sekitar 50 orang petani dari tujuh kelompok tani (poktan) di wilayah setempat telah dibekali pengetahuan untuk membudidayakan dua jenis tanaman tersebut agar hasil yang dipanen dapat maksimal.

"Sebenarnya uji coba tanaman jagung dan bawang pernah di lakukan pada 2015, namun ada yang gagal panen," kata Saharudin.

Kegagalan uji coba dua jenis tanaman tersebut, kata dia, dipengaruhi beberapa faktor mulai dari keterbatasan biaya pembelian pupuk, kondisi alam, serta pengelolaan lahan yang belum dipahami oleh petani.

"Sehingga hasil yang dipanen relatif sedikit dan tongkol pada jagung juga pendek," jelasnya.

Namun lanjut dia, pada tahun ini pihaknya optimistis dapat mengembangkan tanaman jagung dan bawang merah sebagai sektor unggulan dibidang pertanian.

Terlebih lagi kata Saharudin, saat ini tata kelola dan teknis penanaman akan dibina terus oleh kelompok tani yang telah mengikuti pelatihan di Palembang beberapa waktu lalu kepada petani lain di wilayah itu. 

"Tetap dibina sampai target tercapai. Bahkan, kelompok tani di desa kami belum lama ini menerima bantuan bibit jagung kurang lebih satu ton dari Dinas Pertanian Kabupaten OKU," tegasnya.

Menurut dia, jika penanaman bibit bantuan dari pemerintah tersebut berjalan sukses, maka Lubuk Leban bisa unggul dari sektor pertanian seperti pada 2005-2007 hasil panen perkebunan buah jeruk di desa setempat sangat berlimpah. 

"Pada tahun itu penjualan buah jeruk Rp3 miliar pertahun. Namun sejak serangan hama pada 2007 menyebabkan petani gagal panen waktu panen serentak pada 2007," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar