Mayoritas perusahaan gunakan bibit sawit tidak bersertifikat

id Bibit Sawit, Pejabat Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, perusahaan perkebunan, kelapa sawit, tidak bersertifikat

Seorang petani merawat bibit kelapa sawit di Mesuji, OKI, Sumatera Selatan (ANTARA FOTO/16/Budi Candra Setya/Ang)

Mukomuko (Antarasumsel.com) - Pejabat Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan mayoritas perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah itu menggunakan bibit sawit untuk tanaman perkebunannya yang tidak bersertifikat.

"Kami sudah tanyakan langsung ke perusahaan. Mereka hanya memiliki sertifikat kecambah kelapa sawit unggul sementara bibit sawit tidak ada sertifikatnya," kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Mukomuko, Wahyu Hidayat, di Mukomuko, Sabtu.

Ia menyatakan, beberapa perusahaan bersikeras cukup kecambah kelapa sawit unggul saja yang dikeluarkan sertifikatnya oleh Balai Pengujian dan Pengawasan Mutu Benih (BP2MB) karena bibit sawit berasal dari kecambah yang bersertifikat

Menurutnya, perusahaan tidak menyadari bahwa sebelum kecambah kelapa menjadi bibit kelapa sawit ada proses seperti pemeliharaan kecambah kelapa sawit tersebut sudah sesuai atau belum.

Untuk itu, katanya, setelah menjadi bibit sawit harus ada penilain lebih lanjut dari Balai Pengujian dan Pengawasan Mutu Benih (BP2MB) untuk memastikan bibit sawit itu sudah memenuhi kriteria atau belum menjadi bibit sawit unggul.

Tetapi, katanya, mayoritas perusahaan tidak mengikutinya. Kemungkinan karena perusahaan keberatan harus mengeluarkan biaya lagi untuk menggurus sertifikat untuk bibit sawitnya.

"Sebelumnya perusahaan mengeluarkan biaya sertifikat untuk kecambah kelapa sawit. Setelah itu biaya sertifikat untuk bibit sawit," ujarnya.

Ia menyebutkan, dari beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah itu hanya PT Agrecinal yang memiliki sertifikat untuk kecambah dan bibit kelapa sawit.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar