Peninggalan sejarah diburu kolektor asing

Ilustrasi - Barang antik peninggalan sejarah (FOTO ANTARA)

....Hingga kini warga yang menyelam secara tradisional untuk mencari harta karun tetap ada, karena memang terdapat barang berharga tertimbun di dalam sana....
Berita Terkait
Palembang  (ANTARA Sumsel) - Benda-benda arkeologi hasil temuan peninggalan Kerajaan Sriwijaya menjadi buruan kolektor asing, karena memiliki nilai seni dan investasi yang tinggi, kata Kepala Museum Sultan Mahmud Badaruddin II RM Ali Hanafiah.

"Nama Kerajaan Sriwijaya sudah dikenal masyarakat dunia, jadi apapun benda yang berkaitan maka menjadi buruan kolektor, apalagi jika terbuat dari emas dan perak," katanya di Palembang, Senin.

Dorongan memiliki benda-benda berharga itu terkadang membuat para kolektor tidak memikirkan tahapannya, secara ilegal atau legal.

"Sudah ada sindikatnya sehingga penemu tidak usah repot-repot mencari pihak yang akan membeli," katanya menjelaskan.

Menurut dia,  benda-benda berharga itu dengan mudah berpindah ke luar negeri karena keengganan masyarakat untuk menyerahkan ke pemerintah.

"Jika ada yang menemukan maka tidak berapa lama penadah datang untuk menawarkan harga yang tinggi, sementara pemerintah tidak bisa bertindak karena dana sangat terbatas," katanya.

Kejadian itu kerap kali dialami saat warga Palembang menemukan berbagai perhiasan tempo dulu di perairan Sungai Musi.

"Hingga kini warga masyakat yang menyelam secara tradisional untuk mencari harta karun tetap ada karena memang terdapat barang berharga tertimbun di dalam sana," ujarnya.

Pihaknya telah mengimbau warga untuk menghentikan aksi itu karena berbahaya dan merugikan negara.

"Sudah ada undang-undangnya bahwa benda berharga apapun yang ditemukan menjadi milik negara, namun untuk mengawasinya tentunya sangat sulit karena luasnya wilayah Indonesia. Selain itu, nilai tukar yang ditawarkan pemerintah sungguh tidak menggiurkan warga," katanya. (Dolly)

Editor: Parni
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasumsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar