Pemerintah siapkan dua strategi pengendalian COVID-19

id kominfo,PTM,pembelajaran tatap muka

Pemerintah siapkan dua strategi pengendalian COVID-19

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Jika positivity rate kurang 1 persen maka pelajar yang positif akan dikarantina, sedangkan yang berkontak erat akan diisolasi. Namun, PTM terbatas tetap dapat dilanjutkan di sekolah tersebut
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan terus dievaluasi dan dilaksanakan secara aman melalui dua strategi utama pengendalian COVID-19, yakni sisi hulu dengan protokol kesehatan (perubahan perilaku dan 3M) serta strategi deteksi/surveilans 3T, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah mengharapkan PTM terbatas dapat dibarengi dengan implementasi standar operasional kesehatan ketat agar tidak menimbulkan klaster baru COVID-19. Pendidikan harus berlangsung secara aman, baik bagi para siswa maupun para pendidik dan tenaga kependidikan," tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, dalam siaran resmi, Selasa malam.

Menkominfo menambahkan, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah strategi surveilans COVID-19, meliputi pelacakan dan testing dengan metode active case finding atau menjemput bola.

Baca juga: Pemkot Palembang persiapkan seluruh sekolah lakukan PTM

Baca juga: Reisa sebut alasan penerapan PTM terbatas di sejumlah wilayah


Kemudian mengidentifikasi jumlah sekolah di tingkat kabupaten/kota yang melaksanakan PTM terbatas dan melakukan random sampling terhadap 10 persen dari total sekolah yang melaksanakan PTM.

Dari 10 persen tersebut kementerian kesehatan akan membagi alokasi berdasarkan jumlah sekolah di tiap kecamatan. Di kecamatan yang memiliki jumlah sekolah lebih banyak, maka sampel yang diambil lebih banyak.

Selanjutnya sampling dilakukan terhadap 30 siswa dan 30 pengajar per sekolah untuk swab PCR dengan metode full testing. Dari hasil swab PCR ini akan ditabulasikan ke dalam data positivity rate atau rasio kasus positif.

Jika positivity rate kurang 1 persen maka pelajar yang positif akan dikarantina, sedangkan yang berkontak erat akan diisolasi. Namun, PTM terbatas tetap dapat dilanjutkan di sekolah tersebut.

Sementara itu, jika positivity rate sekolah di angka 1 sampai 5 persen, maka pelajar di sekolah tersebut semua akan di-swab dan dikarantina, sedangkan sekolah tetap dapat menjalankan PTM terbatas.

Baca juga: Nadiem : Prioritas utama kembalikan anak belajar tatap muka

Namun, jika positivity rate sekolah lebih dari 5 persen, maka sekolah tersebut akan langsung ditutup selama 14 hari. Aktivitas belajar mengajar akan kembali digelar secara daring.

Johnny kembali menegaskan, PTM terbatas dilakukan karena pembelajaran daring yang telah berlangsung cukup lama. Hal ini berpotensi hilangnya kemampuan akademik pengetahuan dan keterampilan peserta didik, serta risiko dampak psikologis pada anak.

"PTM Terbatas bisa digelar di wilayah PPKM Level 1-3. Saat ini Kemendikbud Ristek dan Kemenkes juga telah menyiapkan sistem penanganan dan strategi surveilans yang baik," kata dia.

Penerapan strategi surveilans di dalam ruang lingkup aktivitas belajar mengajar ini akan menjadi percontohan untuk penerapan strategi yang sama pada aktivitas publik yang lain.

Pemerintah membuka opsi untuk mereplikasi strategi ini pada berbagai aktivitas lain, seperti perdagangan, aktivitas pariwisata, aktivitas keagamaan, dan aktivitas transportasi, dan sebagainya.

Baca juga: Psikolog: Menjaga psikologis anak saat PTM sangat penting

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021