Pemberlakuan IMEI tunggu keputusan tiga menteri

id Kemenkominfo, kominfo, ponsle black market, imei,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jembatan ampera, w

VP Southern Pacific Carrier Business Delivery & Service Huawei Wang Jung Son (kedua kiri) didampingi VP Organization Transformation Huawei Indonesia Albert Yang (kanan), menyilakan Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) Kemenaker Sugeng Priyanto (kiri), Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan InformatikaPostel (SDPPI) KemenKominfo Ismail (kedua kanan) dan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (BINALATTAS) Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono (tengah), usai penandatangan MoU Pelatihan Telekomunikasi SmartGen, di Jakarta, Kamis (18/7/2019) ANTARA FOTO/Audy Alwi/hp. (ANTARA/AUDYALWI)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI masih menanti keputusan tiga menteri, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan terkait kepastian pemberlakuan aturan International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk memerangi ponsel ilegal (black market).

"Lagi dibahas, kalau soal waktunya. Pak menteri yang akan memutuskan," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail di Jakarta, Kamis.

Namun, Ismail menyebut ketiga menteri terkait aturan pencegahan ponsel ilegal itu akan menandatangani peraturan sesuai lingkup dan tugas masing-masing dan bukan merupakan surat keputusan bersama.

Ismail menyebut penandatangan peraturan menteri mengenai pemblokiran ponsel dan pencegahan peredaran ponsel ilegal di Indonesia tetap ditargetkan pada 17 Agustus.

Terkait kesiapan Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (SIBINA) antara Kemenkominfo dan operator seluler, Ismail mengatakan sistem itu masih dalam tahap pembahasan.

"(Sistem) itu sedang dibahas. Nanti kita lihat sampai tanggal 17 Agustus kondisi terakhirnya seperti apa," ujar Ismail.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar