Pertumbuhan ekonomi Sumsel terus menanjak

id ekonomi,pertumbuhan ekonomi,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini

Pertumbuhan ekonomi Sumsel terus menanjak

BPS merilis data pertumbuhan ekonomi Sumsel di Kantor BPS Sumsel, Palembang. (Antara News Sumsel)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan terus menanjak dalam lima tahun terakhir selama 2014-2018 karena dipengaruhi meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat yang dipicu oleh adanya pembangunan infrastruktur dan geliat olahraga.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik di Palembang, Sabtu, diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2018 mencapai 6,04 persen atau diatas angka nasional 5,17 persen. Sementara pada 2017 sebesar 5,51 persen, 2016 yakni 5,04 persen, 2015 sebesar 4,42 persen dan 2014 yakni 4,79 persen.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan capaian ini patut disyukuri karena perekonomian Sumsel sebenarnya sangat tergantung dengan harga komoditas batu bara dan karet.

Sementara kedua komoditas itu harganya sedang jatuh dalam beberapa tahun terakhir karena banjirnya pasokan di pasaran internasional.

Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang membuat Sumsel bisa tetap tumbuh di tengah situasi tersebut, salah satunya adanya pembangunan infrastruktur penunjang Asian Games. Sejak ditetapkan sebagai tuan rumah pada akhir tahun 2014, secara bertahap dana APBN masuk ke Sumsel hingga tahun 2018.

Dana APBN itu untuk pembangunan jalan tol, Light Rail Transit (LRT), jembatan, dan lainnya.

Meski mengalami pertumbuhan ekonomi, tapi Sumsel perlu mencermati mengenai kualitas dari pertumbuhan ekonomi tersebut mengingat angka kemiskinan masih dua digit yakni 12,80 persen.

Angka kemiskinan justru tinggi di tiga kabupaten penghasil migas yakni Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Lahat dan Musi Banyuasin (Muba).

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya mengatakan pemrov telah memiliki program percepatan pengentasan kemiskinan yang akan fokus pada pengembangan sektor pertanian.

"Mengapa pertanian, karena dari hulu ke hilir kita yang urus. Beda dengan karet, yang dijual ke pasar internasional jadi harga tergantung luar negeri," kata dia.

Melalui program tersebut, Pemprov Sumsel menargetkan angka kemiskinan di Sumsel menurun hingga 9,91 persen pada 2019 dan 9,20 persen pada 2023.