FMKS nilai 100 hari kepemimpinan Gubernur tunjukan ketegasan

id kinerja

Fmks (Antara/Susilawati)

    Palembang, (ANTARA News Sumsel) - Forum Masyarakat untuk Kemajuan Sumsel menilai selama 100 hari kepemimpinan gubernur Herman Deru bersama Wakil Gubernur Mawardi Yahya telah menunjukkan ketegasan dan konsistensi berupa pencabutan dispensasi penggunaan jalan umum bagi angkutan batubara.

Juru bicara Forum Masyarakat untuk Kemajuan Sumsel (FMKS), Abdul Aziz Kamis di Palembang, Selasa menyampaikan hal itu terkait dengan kinerja 100 hari gubernur Sumsel.

Menurut dia, Herman Deru di dalam pemaparan tentang misi Sumsel maju menyatakan bahwa untuk mensejahterakan rakyat diperlukan pemimpin yang mampu mengolah sumber daya alam (SDA) secara arif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan generasi mendatang.

Dalam aspek ini FMKS berharap agar adanya perubahan dalam arus utama pembangunan yang selama ini lebih mengutamakan eksploitasi SDA tambang yang tidak diperbaharui menuju kepada pengembangan SDA yang dapat diperbarui seperti pertanian dan industri pengolahan berbasis pertanian oleh karena itu diperlukan rencana tata ruang yang kondusif untuk menjadikan ambisi Sumsel sebagai lumbung pangan, katanya.

Ia menyatakan, pembangunan energi di Sumsel diharapkan lebih terfokus pada pengembangan industri energi yang mengolah sumber energi primer menjadi energi final.

Untuk itu, lanjutnya diperlukan perubahan dalam tata kelola sektor energi di Sumsel yang lebih prioritas pada pengembangan industri energi bukan kepada kegiatan eksploitasi tambang.

Ia menuturkan, Sumsel maju untuk semua ini merupakan komitmen gubernur bahwa pembangunan akan dilaksanakan secara merata, hal ini telah tergambar dalam APBD 2019 dimana telah terjadi peningkatan dari transfer provinsi ke kabupaten dan kota.

Hanya saja, FMKS berharap difokuskan pada program pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran.

Jadi, tidak bagi rata melainkan melihat tipologi berdasarkan pengelompokan kabupaten/kota dengan menggunakan laju pertumbungan ekonomi dan rata-rata PDRB, tuturnya.

Ia mengatakan, komitmen nyata keberpihakan HD kepada petani bagi FMKS cukup menarik, karena Herman Deru ingin mengaplikasikan kebijakannya di OKU Timur tentang pembelian beras petani yang didistribusikan kepada ASN (jaminan harga atas hasil panen petani).

Pengembangan pariwisata dengan membangun karakter kehidupan sosial yang agamis dan berbudaya. "Kita harus mensikronkan antara pasar wisata religi, pasar wisata olahraga dan wisata alam dengan memperhatikan kondisi akses menuju destinasi sehingga kehidupan sosial masyarakat Sumsel yang agamis dan berbudaya dapat ditimbulkan dalam setiap destinasi wisata," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar