Menkumham: Lapas Medan tingkatkan layanan publik

id menkumham,lapas,medan

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (tengah) didampingi jajaran dan kepala daerah yang mendapat penghargaan melepaskan balon gas di sela-sela Peresmian Desa/Kelurahan Sadar Hukum, di Lapas Klas I Medan, Sumatera Utara, Jumat (7/12/2018). Sebanyak 17 desa/kelurahan, 15 kecamatan dan enam kabupaten/kota se-Sumut mendapat penghargaan pada kegiatan desa sadar hukum yang diharapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi/kye.)

Medan (ANTARA News Sumsel) - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly meminta Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Medan terus meningkatkan pelayanan publik dan tertib pemasyarakatan.

"Peningkatan layanan itu tentunya harus diawali dengan pelayanan yang memenuhi standar kualitas serta sesuai dengan harapan dan kepuasan masyarakat," kata Yasonna di Medan, Jumat.

Hal itu dikatakan Menkum dan HAM pada Pencanangan Gerakan Tertib Pemasyarakatan, Pelayanan Publik Berbasasis HAM dan Desa/Kelurahan Sadar Hukum di Sumatera Utara, di Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan.

Peningkatan layanan kepada masyarakat itu, menurut dia, merupakan tugas Lapas? dan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

"Kita segera melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman saat ini," ujar Yasonna.

Ia mengatakan, Lapas Klas IA Medan pada tahun ini akan dijadikan sebagai sasaran Gerakan Tertib Pemasyarakatan dan Pelayanan Publik Berbasis HAM.

"Lapas-Lapas lainnya segera menyusul pada tahun depan untuk menerapkan Gerakan Tertib Pemasyarakatan dan Pelayanan Publik Berbasis HAM," katanya.

Sebelumnya, Menkumham meresmikan tugu gempa dan tugu durian di Kota Gunungsitoli di Pulau Nias, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti di Taman Ya`ahowu,

Pada kesempatan itu Menkumham mengatakan bencana gempa yang terjadi di Pulau Nias pada 2005 adalah sengsara membawa nikmat.

Akibat gempa, Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi(BBR) masuk dan bekerja di Pulau Nias untuk melakukan pembangunan infrastruktur, sehingga pembangunan di Pulau Nias meningkat dengan pesat.

"Sebelum gempa, jika ke Teluk Dalam, Nias Selatan, kita baru sampai delapan jam perjalanan, setelah dilakukan pembangunan jalan oleh BRR, untuk sampai ke Teluk Dalam hanya membutuhkan waktu dua jam," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar