BMKG mencatat Sumatera nihil titik panas

id titik panas,kebakaran hutan,hujan,nihil titik panas,sumatera nihil titik panas, warta bumi,sumsel, palembang

Dokumen - Warga beraktivitas di bantaran Sungai Musi yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (16/9) (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol/18)

Pekanbaru (ANTARA News Sumsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan di Pulau Sumatera nihil titik panas yang menjadi indikasi kebakaran hutan dan lahan pada Jumat sore.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru dari data Satelit Terra dan Aqua yang diperbarui pukul 16.00 WIB, jumlah titik panas jauh menurun dibandingkan pada pagi hari yang tercatat masih ada 13 titik di Pulau Sumatera. Sebelumnya pada Jumat pagi terdata masih ada 13 titik panas di Aceh, tujuh titik di Sumatera Selatan dan masing-masing satu titik di Riau, Bengkulu, Bangka Belitung dan Sumatera Utara.

"Titik panas atau hotspot pada sore ini di Sumatera, termasuk di Riau, nihil," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno.

Jarak pandang di Kota Pekanbaru kini mencapai 10 kilometer, Rengat tujuh kilometer, serta di Dumai dan Pelalawan masing-masing 10 kilometer.

Kondisi cuaca di Pekanbaru hingga sore ini cerah berawan. Sejak pagi Ibu Kota Provinsi Riau itu terus terjadi awan mendung, namun belum ada hujan.

Kondisi ini berbeda ketimbang awal pekan ini yang masih ada beberapa daerah mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Daerah pesisir seperti Rokan Hilir, kemudian di Pelalawan dan Indragiri Hulu, sebelumnya terdeteksi masih ada Karhutla.

Respon cepat dari Satgas Karhutla Riau, masyarakat setempat dan perusahaan, membuat Karhutla bisa segera ditanggulangi. Bahkan, pelaku pembakar lahan bisa ditangkap.

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Supartono kepada Antara di Pekanbaru, Kamis (20/9) mengatakan pelaku pembakar TNTN bisa ditangkap karena diduga sebagai pelaku pembakaran lahan seluas 12 hektare. Tersangka merupakan warga yang tinggal di sekitar kawasan konservasi tersebut.

"Pembakar lahan, sudah kita amankan bersama Polres Pelalawan. Pelakunya warga yang tinggal di desa sekitar sana (TNTN)," kata Supartono.

Dia mengatakan, Balai TNTN bersama Polres Pelalawan melakukan operasi patroli gabungan pasca hutan konservasi yang kini terus digerogoti para perambah tersebut terbakar sejak awal pekan ini.

Terpisah, Kepala Polres Pelalawan, AKBP Kaswandi menjelaskan pelaku pembakar lahan berinisial P (38), warga Dusun Bukit Makmur, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan.

Ia menjelaskan, pengungkapan pelaku pembakar lahan tersebut berawal dari laporan Satgas Udara akan adanya kebakaran di kawasan TNTN yang masuk dalam kawasan Resor Tunggal, Balai TNTN, Kecamatan Pangkalan Kuras.

Petugas Balai TNTN yang mendapat informasi itu melanjutkan koordinasi dengan jajaran Kepolisian. Dua lembaga itu selanjutnya melakukan penyelidikan bersama hingga mengarah ke pelaku P tersebut.

"Dari penyelidikan P mengaku sebagai pemilik lahan. Dia juga mengaku sebagai pelaku pembakar lahan itu," katanya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar