Peserta BPJS Ketenagakerjaan jasa konstruksi meningkat

id bpjs ketenagakerjaan,bidang jasa konstruksi,pekerja lrt,lrt,bpjs tk,peserta bpjs tk meningkat

Arsip - Sejumlah pekerja melakukan aktivitas pembangunan di kawasan flyover simpang Bandara SMB II yang berlintasan dengan proyek kereta api ringan (LRT) di Palembang. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/17/I016)

Palembang  (ANTARA News Sumsel) - Peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan khususnya di sektor jasa konstruksi meningkat di lima provinsi yakni Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Babel dan Lampung atau melampaui jumlah potensi yang dihitung Badan Pusat Statistik.

Deputi Direktur BPJS TK Sumbagsel Arif Budiarto di Palembang, Minggu, mengatakan realisasi sejauh ini cukup mengembirakan untuk peserta jasa konstruksi karena melebih potensi peserta, seperti di Bengkulu realisasinya hingga 1.233 persen.

"Peningkatan ini dipengaruhi oleh banyaknya proyek infrastruktur di beberapa provinsi," kata dia.

Ia mengatakan, kebanyakan tenaga kerja di jasa konstruksi merupakan tenaga kerja informal, sehingga capaian tersebut juga mendongrak jumlah peserta informal. Salah satu proyek infrastruktur yang banyak menyerap tenaga kerja adalah pembangunan jalur kereta api ringan (light rail transit/LRT) di Palembang.

Jumlah peserta jasa konstruksi di Sumsel mencapai 689.970 orang atau mencapai 399,10 persen dari potensi yang dipetakan Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 172.882 tenaga kerja.

Tenaga kerja tersebut berasal dari 5.551 proyek konstruksi aktif yang ada di Sumsel, sementara jumlah perusahaan di Sumsel yang tercatat aktif di BPJS TK Sumsel mencapai 13.787 perusahaan/proyek.

Total peserta di Sumsel per Desember 2017 tercatat mencapai 1,03 juta tenaga kerja jasa konstruksi atau mendominasi jika dibandingkan peserta penerima upah (PU) dan peserta bukan penerima upah (BPU). Peserta PU tercatat sebanyak 287.210 tenaga kerja, sementara peserta BPU sebanyak 52.912 tenaga kerja.

Arif menambahkan jika dibandingkan per provinsi di Sumbagsel, total kepesertaan di Sumsel menempati posisi tertinggi yang kemudian disusul Bengkulu sebanyak 721.599 peserta, Lampung 562.568 peserta, Jambi sebanyak 293.510 peserta dan Bangka Belitung sebanyak 207.785 peserta.

Sementara itu, terkait pembayaran jaminan BPJS TK di Sumsel tercatat telah membayar Rp383,36 miliar sepanjang 2017. Pembayaran jaminan tersebut untuk 42.054 kasus yang terjadi.

"Kasus tersebut meliputi empat jaminan yang kami berikan kepada peserta, yakni jaminan hari tua (JHT),jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK) dan jaminan pension (JP)," ujar dia.

Untuk memaksimalkan potensi kepesertaan, BPJS-TK meminta pemerintah daerah mendukung peningkatan kepesertaan, terutama peserta perusahaan di Sumsel.

"Dukungan dari pemerintah daerah dapat melalui surat keputusan atau instruksi gubernur supaya perusahaan wajib mengikuti kepesertaan dengan empat program yang ada di BPJS TK," kata dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar