Pencurian kelapa sawit marak di Mukomuko

id kelapa sawit, maling, pencuri, pencurian buah sawit, buah sawit mukomuko, petani sawit, tindak kriminal, pencuri sawit

Dokumentasi- perkebunan kelapa sawit.(ANTARA)

Mukomuko (ANTARA Sumsel) - Kasus pencurian tandan buah segar kelapa sawit yang sudah masak di batangnya semakin marak terjadi di sejumlah kecamatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Menurut Wakil Bupati Mukomuko Haidir di Mukomuko, Minggu, kasus pencurian buah sawit yang sudah masak di atas batang tidak hanya terjadi di Kecamatan Ipuh dan Kecamatan Sungai Rumbai, tetapi juga di Kecamatan Pondok Suguh.

"Sawit saya juga dicuri belum lama ini, tetapi jumlahnya tidak banyak," ujarnya.

Menurut dia, kasus pencurian buah sawit sekarang ini marak sejak petani kebun sawit jarang memanen komoditi perkebunanya. Petani jarang memanen buah sawit karena akses jalan menuju lahan perkebunan rusak.

"Banyak petani sawit yang tidak bisa mengeluarkan hasil panen komoditi perkebunannya dari kebun ke pabrik karena jalan rusak," ujarnya.

Untuk itu pelaku kejahatan memanfaatkan kesempatan ini untuk mencuri buah sawit milik petani setempat yang sudah masak di batang.
    
Kendati demikian, katanya, beberapa petani setempat justru membiarkan buah sawitnya diambil untuk mencegah buah sawit busuk di atas batang.

Petani dari Kecamatan Ipuh Andes mengeluhkan maraknya pencurian tandan buah segar kelapa sawit dari kebunnya.

"Buah sawit milik petani setempat dicuri pada malam hari. Buah sawit dicuri dari batangnya," ujarnya.  

Dia mengaku kehilangan sebanyak ratusan kilogram tandan buah segar kelapa sawitnya yang siap panen dari kebun miliknya di Desa Semundam.

Begitu juga dengan petani lainnya di wilayah itu yang kehilangan buah sawit yang siap panen, padahal beberapa petani di antaranya sudah berusaha menjaga kebun sawitnya.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar