Selasa, 24 Oktober 2017

Tongkang penabrak jembatan Ampera bukan milik PT BA

id kapal tongkang, jembatan ampera, sungai musi, menarik kapal tongkang, pt ba, Bukit Asam, Adib Ubaidillah
Tongkang penabrak jembatan Ampera bukan milik PT BA
Sejumlah tagboat berusaha menarik kapal tongkang bermuatan batubara yang menabrak tiang Jembatan Ampera di Perairan Sungai Musi Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (17/5). (Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/17)
Palembang (Antarasumsel.com) - Kapal tongkang sarat bermuatan batu bara yang menabrak tiang jembatan Ampera Palembang pada Rabu (17/5) sekitar pukul 11.00 WIB adalah bukan milik PT Bukit Asam (Persero) tbk.

"PT Bukit Asam (PTBA) perlu meluruskan pemberitaan sejumlah media cetak, media daring (online), media elektronik lokal dan nasional yang menyebutkan kapal tongkang bermuatan batu bara menabrak jembatan Ampera itu adalah milik PTBA padahal bukan," kata Sekretaris Perusahaan PTBA tbk Adib Ubaidillah di Palembang, Jumat.

Ia menegaskan, PTBA bukan sebagai pemilik tongkang dan juga bukan pemilik batu bara yang diangkut kapal tersebut.

Sebelumnya diberitakan tongkang pengangkut batu bara menabrak Jembatan Ampera Palembang telah merusak tiang jembatan, serta satu unit speedboat atau perahu motor bermesin tenggelam, namun dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Peristiwa itu terjadi saat tongkang ditarik tugbot dari arah Dermaga 35 Ilir menuju Boom Baru, Tiba-tiba, tali penarik putus tepatnya sekitar 500 meter dari Jembatan Ampera.

Alhasil, tongkang itu hanyut dengan kecepatan tinggi karena arus Sungai Musi cukup deras. Tugbot lain berupaya menarik tongkang namun gagal karena keburu hanyut dan melaju kencang menuju jembatan.

Sontak saja, tongkang langsung menghantam Jembatan Ampera dengan posisi memanjang dan mengenai dua tiang jembatan.

Tabrakan itu mengeluarkan suara kencang yang membuat warga sekitar kaget. Terdapat kerusakan di tiang penyangga jembatan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden RI pertama Soekarno tahun 1962 itu, bahkan kencangnya tabrakan membuat batu bara di dalam tongkang terlempar dan tertinggal di dinding atas jembatan.

Tongkang juga menghantam speedboat sedang melintas di bawah jembatan yang akhirnya tenggelam, beruntung serangnya (sopir) selamat setelah terjun ke sungai.

Di lokasi kejadian sempat sekitar dua jam menutupi arus lalulintas sungai, tongkang itu berhasil dievakuasi dengan cara ditarik oleh delapan kapal. Evakuasi terkendala arus sungai deras dan muatan batu bara yang besar.

Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol CS Panjaitan mengatakan, pihaknya akan menyelidiki terkait penyebab putusnya tali penarik dan kerusakan di jembatan akibat tabrakan, serta pandu tugbot akan dimintai keterangan, termasuk serang speedboat yang menjadi korban.

"Untuk informasi awal karena tali putus, nah untuk penyebab putusnya belum tahu, masih diselidiki," ungkap Kompol Panjaitan.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mengetahui muatan batu bara yang diduga over kapasitas.

"Kita lihat nanti, kalau memang ada kelalaian pasti diproses. Tongkang ini juga belum tahu siapa pemiliknya," katanya ketika terjadi peristiwa tersebut.

Editor: Ujang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga