Konsultan optimistis ruas tol Trans Sumatera picu pembangunan properti

id trans sumatera,konsultan properti,colliers indonesia,pertumbuhan properti,sektor properti

Konsultan optimistis ruas tol Trans Sumatera picu pembangunan properti

Arsip - Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Trans Sumatera, Desa Sababalau, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (18/5/2021). Memasuki H+5 Hari Raya Idul Fitri 1442 H jalan Tol Trans Sumatera masih terpantau lengang meski larangan mudik sudah berakhir pada (17/5/2021) kemarin. ANTARA FOTO/Ardiansyah/aww.

Jakarta (ANTARA) - Konsultan properti Colliers Indonesia optimistis pembangunan ruas tol Trans Sumatera akan dapat memicu pertumbuhan pembangunan berbagai jenis properti yang terdapat di sepanjang ruas Trans Sumatera.

"Pengoperasian jalan tol seharusnya memicu perkembangan properti di sepanjang jalur tersebut, terutama perkembangan industri dan perumahan (yang kemudian didukung oleh perkembangan komersial). Oleh karena itu, pembukaan tol Trans Sumatera diproyeksikan juga akan memicu pertumbuhan pembangunan properti di sepanjang ruas tersebut," kata Head of Advisory Services Colliers Indonesia, Monica Koesnovagril dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Ia mengingatkan bahwa tol Trans Sumatera akan menghubungkan delapan provinsi di Pulau Sumatera, mulai dari Aceh di utara hingga Lampung di selatan.

Selain itu, data lainnya yang disebutkan adalah pada pertanian merupakan sektor utama provinsi, menyumbang 22 persen hingga 32 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di setiap provinsi, kecuali Sumatera Selatan. Setelah pertanian, pertambangan merupakan sektor utama di tiga provinsi, menyumbang 13-20 persen dari PDRB.

"Melihat struktur ekonomi di Sumatera, kawasan industri penunjang pertanian dan pertambangan berpeluang menjadi jenis utama pertumbuhan properti di sepanjang ruas tol Trans Sumatera," paparnya.

Baca juga: Menteri BUMN: Tol Trans Sumatera Lampung-Palembang timbulkan dampak ekonomi luar biasa

Baca juga: Pembebasan lahan Tol Betung-Tempino-Jambi terus bergulir

Ia juga menekankan pentingnya agar jalan tol tersebut juga harus memudahkan akses ke properti, serta tujuan wisata yang unik dan beragam di seluruh pulau sehingga juga akan menumbuhkan properti seperti perhotelan.

Dengan pembangunan tersebut, lanjutnya, diharapkan perputaran ekonomi akan lebih cepat dan besar, terutama terkait ekspor dan impor serta nilai investasi kawasan industri yang besar. Untuk sektor pariwisata diharapkan terjadi peningkatan pertumbuhan jumlah pengunjung.

Sedangkan terkait investasi, ia menyatakan bahwa meski kini pemerintah cukup fokus menggaet investor asing, tampaknya pasar domestik akan terus mendominasi, setidaknya pada 2021. Peran pasar domestik dinilai tetap sangat penting dalam pembangunan infrastruktur dan faktor pendukung lainnya di Indonesia.

Sebagaimana diwartakan, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Tol Trans Sumatera menimbulkan dampak ekonomi yang luar biasa.

"Jalan tol yang dibangun di Pulau Sumatera yang saat ini dari Lampung ke Palembang menimbulkan dampak ekonomi yang luar biasa," ujar Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Senin (14/6) malam.

Baca juga: Pemprov Sumsel upayakan akses ke luar Tol Palindra di kawasan Unsri

Baca juga: Pemkab Muba tingkatkan kemantapan jalan dukung Tol Trans-Sumatera

Hal itu, kata dia, bisa dilihat dari konsumsi listrik yang mengalami peningkatan dan mobilitas dari Sumatera ke Jawa yang naik sampai 40 persen. "Inilah transaksi-transaksi yang kita harapkan sehingga biaya logistik menjadi lebih murah," ujar Erick Thohir.

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) mengungkapkan kehadiran Tol Trans Sumatera nantinya dapat menurunkan biaya logistik hingga mencapai 24,22 persen.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan bahwa Tol Trans Sumatera menciptakan efisiensi waktu tempuh perjalanan, misalnya dari Lampung ke Palembang dari waktu tempuh yang semula 12 jam menjadi 5 jam.

Baca juga: Presiden Jokowi minta pemda bangun ekonomi sepanjang Tol Kayu Agung-Palembang

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar