Pemkab Muba gandeng Pusat Penelitian Karet Sumbawa wujudkan hilirisasi

id karet,hilirisasi karet,pemkab,pemkab muba,musi banyuasin,kabupaten musi banyuasin,karet alam,petani karet,hilirisasi,ind

Pemkab Muba gandeng  Pusat Penelitian Karet Sumbawa wujudkan hilirisasi

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex didampingi petani menyadap karet. (ANTARA/HO/20)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggandeng Pusat Penelitian Karet Sumbawa untuk mewujudkan hilirisasi karet yang ditargetkan menghasilkan barang jadi pada 2021.

Sekretaris Daerah Musi Banyuasin Apriyadi di Sekayu, Selasa mengatakan, pemkab membutuhkan masukan dari para peneliti mengenai produk-produk yang bisa dibuat dari bahan baku karet ini.

“Muba menargetkan memiliki industri rumahan karet, sehingga dukungan dari para peneliti sangat dibutuhkan agar proses pembuatannya berbiaya murah tapi tetap berkualitas,” kata Apriyadi.

Ia mengatakan sejauh ini Kabupaten Musi Banyuasin telah menghasilkan lateks cair yang dapat digunakan untuk campuran aspal karet.

Ini berkat upaya Muba menyediakan sarana dan prasarana berupa mesin centrifuge untuk digunakan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Selama ini mesin seharga Rp1 miliar lebih itu hanya dimiliki industri.

“Mesin serupa akan diadakan lagi pada Desember 2020 untuk dua kecamatan. Kami berharap ke depan bukan hanya lateks saja yang dapat dihasilkan di Muba ini, tapi produk-produk lain,” kata dia.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza mengatakan pengembangan hilirisasi karet ini juga untuk mendukung berdirinya kawasan industri hijau pada 2021.

Pemkab telah memproyeksikan empat lokasi yang terbilang strategis untuk membangun kawasan ratusan hektare yang menjadi pusat hilirisasi perkebunan dan minyak gas (migas).

“Empat lokasi ini sangat strategis karena sangat dekat sumber-sumber energi yang ada di Muba, salah satunya di lokasi cadangan gas Sakakemang Bayung Lencir yang menjadi lokasi gas terbesar keempat di dunia,” kata dia.

Selain itu, lokasi kawasan ini juga berdekatan dengan proyek pembangunan infrastruktur nasional, seperti jalan tol sehingga dinyakini bakal menarik minat investor.

Sementara itu, Afrizal Vachlepi, perwakilan dari Pusat Penelitian Karet Sembawa mengatakan Indonesia merupakan pengekspor karet alam nomor satu di dunia, namun untuk serapan dalam negeri terbilang sedikit.

"Kita bisa menggeser petani tidak hanya di industri hulu, melainkan juga ke industri hilir," ujar Afrizal.

Ia menerangkan terdapat berbagai macam produk dari karet alam yang bisa dikembangkan oleh petani, diantaranya karet gelang, balon, sarung tangan medis, hingga sovenir gantungan kunci.

"Ini sangat bisa kita kembangkan di tingkat petani, kita (Puslit Karet Sembawa) sudah punya teknologinya, tinggal bina para petani dan geser teknologinya ke sini," kata dia.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar