Ribuan warga Mali kembali turun ke jalan tuntut pengunduran diri presiden

id Ribuan warga mali,menuntut pengunduran diri presiden,Ibrahim Boubacar Keita

Ribuan warga Mali kembali turun ke jalan tuntut pengunduran diri presiden

Asap membumbung ketika para pendukung Imam Mahmoud Dicko dan para pemimpin oposisi lainnya melancarkan protes di Bamako, Mali, 10/7/2020, setelah Presiden Ibrahim Boubacar Keita menolak kompromi, yang ditujukan untuk menyelesaikan konflik politik berbulan-bulan. ANTARA/REUTERS/Matthiew Rosier/TM

Bamako (ANTARA) - Ribuan warga Mali turun ke jalan Ibu Kota Bamako pada Selasa (11/8) untuk kembali menuntut pengunduran diri Presiden Ibrahim Boubacar Keita meski mediasi internasional berupaya menyelesaikan krisis politik.

Serentetan aksi protes yang dipimpin oleh koalisi oposisi yang disebut M5-RFP berlangsung sejak Juni. Aksi itu dipicu oleh konflik pemilihan daerah serta anggapan bahwa pemerintah korup dan tidak mampu.

Situasi memanas pada Juli ketika polisi menembak mati sedikitnya 11 pengunjuk rasa.

Para pemimpin kawasan merasa khawatir bahwa kerusuhan yang berkepanjangan dapat mengagalkan upaya memerangi kelompok ekstremis di kawasan tersebut, yang kebanyakan dari mereka berpusat di Mali. Kehadiran para ekstremis membuat sebagian besar wilayah tengah dan utara Mali sulit dikendalikan.

Keita berharap bahwa kompromi degan para penentang serta rekomendasi dari delegasi mediasi para pemimpin kawasan akan membantu membendung gelombang ketidakpuasan.

Namun, mayoritas pengunjuk rasa tampaknya tidak tergerak saat memasuki Lapangan Merdeka Bamako pada Selasa, dengan meneriakkan "Keita mundur" dan "dengarkan rakyat anda".

"M5-Rfp semata-mata menuntut pengunduran diri Ibrahim Boubacar Keita beserta rezimnya agar memungkinkan transisi demokrasi terlaksana," kata anggota ternama M5-RFP Ibrahim Maiga kepada massa.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar