Lokasi penemuan mayat diduga diterkam harimau akan diobservasi

id petani karet tewas,petani karet diterkam harimau,harimau terkam petani karet,bksda,observasi harimau di muratara,petani karet muratara

Jenazah seorang petani karet di Desa Sungai Jernih, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan yang diduga tewas diterkam harimau dibawa oleh warga untuk dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat, Selasa (18/6) (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah/I016/19)

Musi Rawas, Sumsel (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Seksi Konservasi Wilayah II Kabupaten Lahat dikabarkan akan melakukan observasi lapangan di lokasi penemuan mayat yang diyakini tewas diterkam harimau di Kabupaten Musi Rawas Utara.

"Saya menerima telepon, katanya dari BKSDA Lahat, besok mereka akan observasi terkait adanya korban diduga diterkam harimau," kata Kepala Desa Sungai Jernih, David Haryadi di Musi Rawas Utara, Selasa.

Ia tidak mengetahui dari mana pihak BKSDA SKW II Lahat mendapat kabar duka yang terjadi di desanya, karena pihaknya hanya melapor kepada Kapolsek dan pemerintah kecamatan setempat.

"Saya tidak tahu dia dapat kontak saya dari mana, karena saya hanya melapor ke pak kapolsek sama pak camat, yang jelas kalau memang ada tim yang mau datang ke sini kami siap memfasilitasi," katanya.

Sebelumnya, korban tewas diduga diterkam harimau itu bernama Asia Juminten (61) istri dari Agus (70), warga Dusun 2 Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.

Jasad korban ditemukan warga dengan kondisi mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan leher dalam kawasan perkebunan karet di Dusun 7 Desa Sungai Jernih pada Senin (17/6) malam sekitar pukul 20.15 WIB.

Sementara pihak keluarga korban tidak melakukan pemeriksaan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban, dan jenazah korban sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat, Selasa siang.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar