Kemenkes: Masyarakat periksa kesehatan sebelum mudik

id Mudik 2019,Kementerian Kesehatan,Tips Mudik,kemkes,posko kesehatan,kiat kesehatan mudik,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palemba

Kemenkes: Masyarakat periksa kesehatan sebelum mudik

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo (ketiga kiri) memberikan keterangan pers di kantor Kemenkes Jakarta, Kamis (23/5/2019). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengimbau agar pemudik memeriksa kondisi kesehatan selama mudik lebaran selain mengecek kondisi kendaraan yang digunakan.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo di Jakarta, Kamis, menyarankan pemudik memanfaatkan pos kesehatan untuk memeriksakan kondisi tubuh dan juga cek kesehatan sebelum mudik.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama pemerintah berpartisipasi dan mendukung kelancaran mudik pada tahun ini. Bersama-sama memperhatikan keselamatan masing-masing. Pesan saya, bagi para pemudik, pengemudi, dan masyarakat umum, agar dapat mudik sehat, aman dan selamat,” kata Bambang.

Pemudik sangat dianjurkan untuk memeriksakan kondisi kesehatan terlebih bila memiliki keluhan penyakit tertentu sebelumnya.

Jangan mengabaikan kondisi kesehatan yang dirasa sehat dan prima, namun sebenarnya mengidap penyakit tertentu, katanya. 

Pemudik yang mengidap penyakit harus membawa obat-obatan pribadi yang dibutuhkan selama perjalanan hingga tempat tujuan, ujarnya.

Selain memeriksa kesehatan, kendaraan yang akan dipakai mudik juga harus diperiksa kondisinya agar layak dan tidak membahayakan penumpang dan mobil lainnya di jalur mudik.

Pemudik juga harus menjaga makanan yang dimakan agar terhindar dari berbagai penyakit. Makanan pedas dan bersantan sebaiknya dihindari, dan bagi pengemudi sebaiknya lebih memperbanyak makan buah-buahan, seperti jeruk, pisang, mangga, belimbing atau apel.

Kurangi makanan tinggi kalori dan lemak agar stamina selama berkendara tetap terjaga.

Istirahatlah yang cukup, karena kurang istirahat bisa memicu timbulnya penyakit dan tidak fit, katanya.

Pemudik yang membawa kendaraan sendiri diimbau istirahat setiap empat jam berkendara. Mengemudi tanpa berhenti selama empat jam lebih akan membuat penurunan kesigapan tubuh maupun respon tubuh, sehingga rawan untuk terjadi kecelakaan.

Jagalah emosi dan konsentrasi selama perjalanan agar dapat memperhatikan rambu-rambu lalu lintas selama berkendara. Kondisi jalanan yang padat dan macet dapat memicu kelelahan fisik dan juga mental.

Cari tempat istirahat atau rest area, dan usahakan mengambil beberapa waktu untuk istirahat atau tidur minimal 15-30 menit. Bila diperjalanan sakit, segera mencari pos kesehatan yang terdekat.

Kementerian Kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik 2019 yang terdiri dari 923 Pos Kesehatan, 4.210 Puskesmas, 375 RS sekitar jalur pantura, 144 RS rujukan, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan 188 Public Safety Center (PSC) di nomor 119.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar