Harga minyak naik ditopang kemungkinan pengurangan produksi

id minyak, minyak mentah, harga, komoditas, ekonomi global, arab saudi

Ilustrasi - Harga minyak mentah naik. (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

New York (ANTARA Sumsel/Xinhua) - Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor mempertimbangkan berita bahwa eksportir minyak utama mungkin akan memperpanjang kesepakatan pengurangan produksi.

Arab Saudi mengatakan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen minyak utama lainnya akan terus bekerja sama setelah kesepakatan pemotongan produksi berakhir pada akhir tahun ini, untuk memfasilitasi penyeimbangan pasar, menurut laporan media pada Senin (22/1).

Sebuah kesepakatan pemotongan produksi antara OPEC, Rusia dan produsen-produsen lainnya telah membantu mengangkat harga minyak secara kuat, dengan kedua acuan kontrak berjangka mencapai tingkat yang belum terlihat sejak Desember 2014 pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, penurunan jumlah rig minyak Amerika Serikat juga membantu mendukung harga minyak.

Jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak Amerika Serikat turun lima rig menjadi 747 riga pada minggu lalu, menurut laporan mingguan perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes yang dirilis pada Jumat (19/1).

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 25 sen dolar AS menjadi menetap di 63,62 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, naik 42 sen menjadi ditutup pada 69,03 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.  





Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar