Pelindo bangun terminal curah terbesar di Sumatera

id PT Pelindo II, pabrik, gudang, terminal curah cair, General Manager PT Pelindo II, Drajat Sulistyo

Alur pelabuhan Pulau Baai Bengkulu (ANTARA/Awi)

Bengkulu (ANTARA Sumsel) - PT Pelindo II di Bengkulu akan membangun terminal curah kering dan terminal curah cair dengan daya tampung terbesar di Pulau Sumatera.

"Untuk terminal curah kering, kapasitasnya 30 juta ton dan akan mulai dibangun pada triwulan IV 2017," kata General Manager PT Pelindo II cabang Bengkulu Drajat Sulistyo, di Bengkulu, Jumat.
     
Terminal curah kering ini diperuntukkan bagi komoditas batu bara, saat ini di Sumatera belum ada terminal khusus curah kering, kalau pun ada lanjut Drajat masih berbentuk konvensional.

Begitu juga untuk terminal curah cair, yang diperuntukkan bagi komoditas CPO, bahan bakar minyak dan beberapa komoditas cair lainnya, terminal terbesar saat ini ada di Pekanbaru dan Medan dengan kapasitas daya tampung dua juta ton.

"Kita akan bangun enam juta ton dan untuk tahap awal ini yang dibangun tiga juta ton," kata dia.

Untuk terminal curah cair, PT Pelindo II Bengkulu menargetkan bisa beroperasi pada triwulan ketiga 2018, saat ini pembangunan sedang berlangsung.

Dengan kapasitas besar seperti ini nantinya tidak hanya hasil komoditas alam asal Bengkulu saja yang menjadi target ekspor melalui Pelabuhan Pulau Baai, tetapi juga hasil alam dari daerah provinsi tetangga.

"Kita berharap dukungan pemerintah turut merealisasikan jalur rel kereta api dari Padang Ulak Tanding yang terintegrasi dengan Sumatera Selatan, jadi sumber komoditas nantinya juga akan berasal dari sekitar daerah tersebut dan juga Lahat (Sumsel)," ujarnya.

Jika semuanya terealisasi, Drajat meyakini, perekonomian Bengkulu akan tumbuh pesat, karena Pabuhan Pulau Baai akan menjadi salah satu pilihan utama untuk kegiatan ekspor impor daerah di Sumatera.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar