Pemprov Sumsel berupaya optimalkan sumber PAD

id pendapatan asli daerah, APBD, pad, raperd, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD, bangun guna serah

Paripurna DPRD Sumsel (Antarasumsel.com/Susilawati/17/Adv)

Palembang (Antarasumsel.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selalu berupaya untuk mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan asli daerah yang sudah ada serta mencari terobosan baru untuk peningkatan PAD.

Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki menyampaikan hal itu menanggapi pertanyaan fraksi-fraksi di DPRD Sumatera Selatan sehubungan dengan raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2016 di Palembang, Senin.

Menurut dia, salah satunya adalah pemanfaatan aset tetap yang dalam bentuk kerja sama bangun guna serah (BOT) dan pengoptimalan pemanfaatan aset daerah melalui investasi kepada perusahaan daerah.

Sementara mengenai realisasi APBD tahun 2016 hanya tercapai 94,05 persen, ia menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan kondisi perekonomian nasional yang kurang baik.

Turunnya harga komoditas perkebunan sawit dan karet mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat berdampak pada menurunnya pembelian kendaraan yang merupakan pemberi kontribusi terbesar pada pendapatan asli daerah yaitu PKB dan BBNKB.

Namun lanjutnya, Pemprov Sumsel sudah melakukan optimalisasi penerimaan pajak daerah untuk mengantisipasi permasalahan tersebut antara lain pembentukan tim optimalisasi dan melakukan razia kendaraan bekerja sama dengan instansi terkait.

Kemudian meningkatkan pelayanan melalui mobil samsat keliling sebanyak 21 unit kendaraan di 17 kabupaten/kota dan samsat corner di beberapa pusat perbelanjaan besar di Kota Palembang.

Selanjutnya melaksanakan Peraturan Gubernur Sumsel Nomor 22 tahun 2016 tentang penghapusan pokok, denda dan bunga atas tunggakan PKB dan BBNKB mulai 1 September 2016 sampai 31 Desember 2016, dampaknya menjaring wajib pajak melakukan pembayaran selanjutnya secara aktif, katanya.
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar