Sinergi Sumsel dengan "keroyok vaksin" kejar target "herd immunity"

id keroyok vaksin, vaksinasi,sumsel,herd immunity,berita sumsel, berita palembang, antara palembang

Sinergi Sumsel dengan "keroyok vaksin" kejar  target "herd immunity"

Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto pada acara peluncuran program "keroyok vaksin" di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (18/10/2021). (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/21)

Palembang (ANTARA) - Masyarakat yang terinfeksi COVID-19 hingga Oktober 2021 masih cukup banyak meskipun jika dilihat grafik angkanya melandai.

Khusus di Kota Palembang, yang merupakan Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan, berdasarkan data dari laman resmi Dinas Kesehatan per 15 Oktober 2021, kasus COVID-19 masih bertambah setiap hari.

Kasus konfirmasi bertambah 2 kasus dengan total 30.353, suspek bertambah 2 kasus dengan total 52.113, probable 157, kontak erat bertambah 4 kasus dengan total 20.215 dan sembuh bertambah 2 orang dengan total 29.151.

Sedangkan kasus meninggal tidak terjadi penambahan dengan total 1.179 orang , serta total "discarded" kasus suspek 25.568, laboratorium PCR bertambah 1.212 dengan total 165.445 serta kasus aktif konfirmasi 23 kasus.

Melihat data tersebut Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Polda dan Kodam II Sriwijaya bersinergi membuat program untuk memaksimalkan perlindungan terhadap masyarakat dari penularan virus corona jenis baru itu dengan nama "keroyok vaksin".

Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Polisi Toni Harmanto memimpin rapat terkait percepatan vaksin dengan tema "Keroyok Vaksin Sumatera Selatan Bersama Pemprov Sumsel, Kodam II Sriwijaya dan Polda Sumsel " di Palembang, Kamis (14/10).

Dalam rapat tersebut, Kapolda Sumsel menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memotivasi semua pihak dalam penanganan wabah COVID-19.

"Kita semua jangan terlena walaupun memang dalam situasi saat ini, Sumsel cukup landai untuk kasus penularan virus corona," katanya.

Untuk saat ini pemberian vaksin masih tetap dilanjutkan dari TNI-Polri dan jajaran Dinkes.

Kegiatan pelayanan vaksinasi COVID-19 tersebut diharapkan bisa lebih maksimal dengan kegiatan bersama melalui program "keroyok vaksin", ujarnya.

Menurut mantan Kapolda Sumatera Barat itu, pihaknya berupaya mendukung secara maksimal kegiatan "keroyok vaksin" untuk mempercepat pelayananan vaksinasi COVID-19 dan terciptanya kekebalan komunal (herd immunty) di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu.

Untuk mendukung kegiatan "keroyok vaksinasi" diperintahkan kepada seluruh kapolres dan jajaran bersinergi menggelar vaksinasi massal di kawasan permukiman penduduk hingga pelosok desa.

Pelayanan vaksinasi COVID-19 di wilayah provinsi ini masih di bawah 50 persen dari target 6,4 juta jiwa.

Untuk mengejar target capaian vaksinasi hingga awal 2022 yang tinggal beberapa bulan lagi, perlu dilakukan kegiatan bersama atau "keroyokan" itu .

Jumlah stok vaksin CIVID-19 pada rakor 14 Oktober 2021 tercatat 772.071 dosis.

Stok vaksin tersebut diharapkan segera diupayakann penambahannya oleh Dinkes Sumsel dan berkolaborasi dalam mengelola vaksin yang tersisa sehingga tidak terjadi kekosongan dan mengganggu percepatan vaksinasi COVID-19 di provinsi ini, kata Kapolda

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nuraini, Apt, M.Kes menjelaskan bahwa pihaknya terus mengupayakan tambahan ribuan dosis vaksin COVID-19 untuk mendukung percepatan program vaksinasi di daerah ini dan segera tercipta kekebalan komunal (herd immunity) dari penularan virus corona jenis baru itu.

Pelaksanaan program vaksinasi dengan sasaran perdana kepada sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan hingga saat ini berjalan sesuai dengan rencana dari target sasaran yang ditetapkan pemerintah pusat.

Program vaksinasi COVID-19 di wilayah Sumsel yang dimulai sejak 14 Januari 2021 ditargetkan menjangkau 6,4 juta jiwa dalam waktu 15 bulan.

"Realisasi vaksinasi COVID-19 di provinsi ini telah mencapai sekitar 30 persen atau 1,9 juta jiwa untuk vaksin dosis pertama dan sekitar 17 persen atau 1,4 juta jiwa untuk dosis kedua,," kata Lesty Nuraini.

16 kabupaten/kota

Kegiatan percepatan vaksinasi COVID-19 melalui kegiatan "'keroyok vaksin", selain di Kota Palembang juga dilakukan di 16 kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan lainnya.

Untuk melakukan kegiatan bersama itu, Kapolda Sumsel Toni Harmanto bersama Kepala Staf Kodam (Kasdam) II/Sriwijaya Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko mendampingi Gubernur Sumsel Herman Deru berkunjung ke Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Senin (18/10).

Selain memonitoring dan melakukan asistensi pelaksanaan vaksinasi yang bertajuk, “Keroyokan Vaksinasi Provinsi Sumsel” kunjungan kerja ke Kabupaten OKI tersebut dilaksanakan dalam rangka penyerahan 100 ribu dosis vaksin COVID-19 dari Pemrov Sumsel kepada seluruh Bupati dan Wali Kota dalam provinsi setempat.

Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel Herman menyerahkan paket vaksin secara simbolis kepada Bupati OKI Iskandar di lapangan sepak bola PSHT Desa Dabuk Rejo Kecamatan Lempuing.

Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja dalam mencegah penyebaran COVID-19.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri serta kepada semua pihak yang terus bekerja untuk menekan penyebaran virus corona,” katanya.

Gubernur Sumsel menambahkan program "keroyok vaksinasi" akan terus dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota sehingga di awal tahun 2022 provinsi ini tidak hanya bisa mencapai kekebalan komunal (herd immunity) sesuai target minimal vaksinasi 70 persen penduduk atau 6,4 juta jiwa tetapi juga bisa mewujudkan kekebalan maksimal (high immunity).

Saat ini kasus COVID-19 sudah melandai, akan tetapi semua pihak dan lapisan masyarakat tidak boleh terlena.

“Semua komponen dari mulai TNI, Polri dan pemerintah daerah serta ormas harus terus mengedukasi dan menyosialisasikan mengenai manfaat vaksinasi dan protokol kesehatan dengan turun ke masyarakat, sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi mengatasi pandemi COVID-19, kata Gubernur Herman Deru.

Melalui program 'keroyok vaksin' diharapkan seluruh masyarakat bisa mendapat vaksinasi COVID-19 sesuai dosis dan kekebalan komunal benar-benar bisa terwujud sesuai dengan harapan bersama sehingga berbagai aktivitas dapat berjalan dengan normal seperti sebelum pandemi.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021