Sebanyak 685.940 warga Sumsel telah jalani vaksinasi dosis kedua

id 685.940 masyarakat Sumsel selesaikan vaksinasi dosis kedua,Vaksinasi sumsel,Warga sumsel vaksin, vaksinasi

Sebanyak 685.940 warga Sumsel telah jalani vaksinasi dosis kedua

Petugas Kesehatan menggunakan vaksin Sinovac (ANTARA/M Riezko Bima Elko P/21)

Sumatera Selatan (ANTARA) -
Sebanyak 685.940 orang warga Sumatera Selatan telah menjalani vaksinasi COVID-19 dosis kedua atau mencapai 10,65 persen dari target 6,4 juta jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy di Palembang, Jumat, mengatakan, untuk capaian vaksinasi dosis pertama sudah ada 1.086.269 atau 16,87 persen.

Capaian tersebut terdiri atas kategori sasaran vaksinasi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) sudah lebih dari 100 persen, lalu pelayanan publik sudah lebih dari 100 persen dan untuk lansia sudah 13,74 persen.

Kemudian untuk remaja yang sudah divaksin 25.348 orang atau baru 2,99 persen dari target 846.683 orang dan masyarakat rentan umum yang divaksin sudah 242.747 atau 5,54 persen dari target yang ada.

Menurutnya, skema vaksinasi berjalan lancar tidak ada kendala khusus dalam pelaksanaan vaksinasi lantaran disebabkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan skema vaksinasi semakin tumbuh.

“Cuma kendalanya skema vaksinasi ini harus diatur sedemikan rupa menyesuaikan ketersediaan vaksin yang ada jadi sedikit lambat,”ujarnya.

Sumatera Selatan menerima vaksin dari Kementerian Kesehatan mencapai 110.000 sampai 120.000 vaksin, jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan triwulan pertama tahun 2021, yakni mencapai 360.000 vaksin.

Vaksin yang diterma yakni Sinovac Biofarm, AstraZeneca dan Moderna.

Vaksin moderna khusus digunakan sebagai boster atau vaksinasi tahap ketiga tenaga kesehatan, sedangkan sisanya digunakan untuk masyarakat umum dan pelayan publik.

Dari 2.259.240 dosis vaksin, ada 2.134.340 vaksin yang sudah didistribusikan ke setiap kabupaten kota.”Untuk stok di gudang vaksin masih ada 9,570 vial atau 95.700 dosis," tandasnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021