Basarnas temukan jasad balita tiga hari tenggelam di Banyuasin

id balita di sumsel ditemukan tewas tenggelam di sungai telang,Basarnas Sumatera Selatan, Heri Marantika, Kabupaten Banyuas

Basarnas temukan jasad balita tiga hari  tenggelam di Banyuasin

Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Sumatera Selatan menemukan seorang balita warga Desa Telang, Kabupaten Banyuasin yang hilang selama tiga hari dalam kondisi tidak bernyawa, Minggu (1/8/2021) (ANTARA/HO.Basarnas Sumatera Selatan/21)

Sumatera Selatan (ANTARA) - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Sumatera Selatan menemukan seorang balita warga Desa Telang, Kabupaten Banyuasin yang hilang selama tiga hari dalam kondisi tidak bernyawa, Minggu.

"Jasad korban Andik Ferdiansyah (5) ditemukan oleh petugas telah mengapung sejauh 20,5 meter dari lokasi tenggelamnya di Sungai Telang pada Minggu pagi sekitar pukul 09.05 WIB," kata Kepala Kantor Basarnas Sumatera Selatan Herry Marantika, di Palembang, Minggu.

Pencarian terhadap korban bermula dari laporan warga yang melaporkan telah kehilangan balita di wilayah perairan Sungai Telang pada Jumat (30/7).

Dari laporan warga tersebut petugas yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri dan warga langsung melakukan penyisiran menggunakan perahu karet (Rubber Boat) di semua wilayah mengikuti aliran sungai.

Namun karena kondisi cuaca yang berangin cukup deras sehingga membuat air bergelombang cukup besar menyebabkan petugas belum dapat menemukan korban yang diduga hilang tenggelam tersebut.

“Cuaca menyulitkan pencarian korban terus begitu dari awal pencarian,” singkatnya.

Menurutnya, selama dua hari berturut kondisi cuaca masih menyulitkan pencarian lantas, petugas pun mengubah strategi pencarian dengan memfokuskan penyisiran dipermukaan sungai.

“Dalam keadaan apapun korban harus ditemukan karena kasihan dengan keluarganya,” tegasnya.

Lalu tepat dihari ketiga petugas menemukan jasad korban dalam kondisi terapung diantara semak belukar di tepian sungai. “Kami evakuasi dan menyerahkan jasad korban ke pihak keluarga,” tandasnya.

Seraya mengimbau masyarakat apabila berada di wilayah sungai untuk dapat lebih lebih berhati-hati dan saling mengingatkan sebab walaupun sudah terbiasa namun tetap berbahaya. “Khususnya perhatikan wilayah bermain anak-anak jangan lepas jangkauan orang tua,”  kata Herry Marantika.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021