Travel umrah di Palembang persiapan berangkatkan jamaah

id umrah, travel umrah, persiapan berangkatkan jamaah umrah , persiapkan jamaah berangkat umtah di tengah pandemik covid-19

Travel umrah di Palembang  persiapan berangkatkan jamaah

Kegiatan ibadah umarh awal Februari 2020 sebelum ditutup sementara dampak adanya wabah COVID-19. (ANTARA/Yudi Abdullah/20)

Palembang (ANTARA) - Travel umrah atau Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) di Kota Palembang, Sumatera Selatan saat ini tengah melakukan berbagai persiapan untuk memberangkatkan jamaah menyambut adanya informasi kebijakan Kerajaan Arab Saudi pada November 2020 secara bertahap yang akan membuka pelayanan ibadah umrah untuk umum.

"Persiapan jamaah untuk diberangkatkan ke Arab Saudi perlu dilakukan, jika Indonesia masuk daftar salah satu negara yang diizinkan melakukan ibadah umrah dalam kondisi pandemi COVID-19 bisa langsung diberangkatkan," kata Pimpinan Travel Umrah/PPIU Zamzam Indah Abadi Palembang, Irwansyah di Palembang, Jumat.

Menurut dia, ada 30 jamaah yang disiapkan untuk diberangkatkan ke Arab Saudi menghadapi kemungkinan dibukanya pelayanan ibadah umrah pada November nanti.

Jika dalam waktu dekat diperoleh informasi kepastian keberangkatan jamaah Indonesia, pihaknya segera melakukan persiapan pemberangkatan ratusan jamaah lainnya yang sempat tertunda pemberangkatannya ketika Arab saudi menutup sementara pelayanan ibadah umrah pada Februari 2020 setelah meluasnya wabah COVID-19, katanya.

Dia menjelaskan, PPIU Palembang dan daerah lainnya menyambut gembira rencana Kerajaan Arab Saudi membuka kembali pelayanan ibadah umrah secara bertahap.

"Adanya informasi yang beredar terkait kebijakan Kerajaan Arab Saudi tersebut memberi angin segar bagi PPIU untuk menggerakkan kembali kegiatan bisnis yang cukup lama terhenti," ujarnya.

Sementara sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar mengatakan masih menunggu pengumuman dari Kerajaan Arab Saudi perihal daftar negara yang mendapat izin untuk memberangkatkan jamaah umrah.

"Saudi dalam pengumumannya menyebut akan merilis daftar negara mana saja yang akan mendapatkan izin memberangkatkan jamaah umrah. Jadi kami masih menunggu rilis dari Kemenkes Saudi. Kami berharap Indonesia termasuk yang mendapat izin memberangkatkan (jamaah umrah)," ujarnya.

Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan harapan agar Indonesia dimasukkan dalam daftar negara yang warganya diizinkan melakukan ibadah umrah.

“Merespons hal tersebut, pihak Saudi menyampaikan telah mencatat secara positif keinginan Indonesia,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah dalam pengarahan media secara daring pada awal Oktober 2020.

Arab Saudi berencana mengizinkan pelaksanaan umrah dan shalat di Masjidil Haram bagi warganya, warga asing yang bermukim di negara itu, serta warga dari luar kerajaan yang sudah mendapat izin pada 1 November 2020, jika pandemi COVID-19 telah reda.

Pada tahap tersebut, kerajaan akan mengizinkan penggunaan 100 persen kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol pencegahan COVID-19, yakni bagi 20 ribu orang per hari untuk umrah dan 60 ribu orang untuk shalat harian.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar