Pemkab Musi Banyuasin perketat pengawasan distribusi gas LPG 3 Kg

id LPG ,LPG 3 kg,gas elpiji,LPG musi banyuasin,bupati musi banyuasin,COVID-19,COVID-19 musi banyuasin

Pemkab Musi Banyuasin perketat pengawasan distribusi gas LPG 3 Kg

Pekerja menurunkan gas subsidi 3 kilogram di Pangkalan LPG Pertamina, Kampung Baru RT 05/07, Desa Sukamakmur, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/pras. (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH)

Sekayu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, memperketat pengawasan distribusi penjualan gas LPG 3 Kilogram untuk mencegah penyalahgunaan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex di Sekayu, Kamis, mengatakan dirinya mengeluarkan surat edaran tentang HET dan Pemakai Gas LPG 3 Kg untuk menjaga kebutuhan masyarakat.

“Gas LPG 3 Kg ini tidak boleh dijual ke ASN, rumah tangga dengan penghasilan lebih dari Rp1,5 juta, para pelaku usaha industri, kafe, pengoplos, dan restoran, dan usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih dari Rp50 juta,” kata Dodi.

Dodi mengatakan pemakai gas 3 kg yang berhak itu telah tertuang dalam surat edaran. Selain itu Dodi menekankan agar pihak agen mengawasi pangkalan untuk menjual gas LPG 3 Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pemkab juga meminta pangkalan untuk tidak menjual gas LPG kepada orang dan pihak tertentu.

“Apabila masih melanggar ketentuan tersebut berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi maka akan dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha,” kata Dodi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba, Azizah,mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim untuk memastikan penerapan isi surat edaran Bupati Muba di lapangan.

“Kalau masih ada yang melanggar ketentuan sesuai edaran Bupati Muba akan diambil tindakan tegas, kami juga akan rutin mengecek kondisi di lapangan,” kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar