Polisi: Jalan Padang-Kerinci sudah bisa dilewati

id banjir solok selatan

Polisi: Jalan Padang-Kerinci sudah bisa  dilewati

Jalan umum tergenang air pascabanjir Kabupaten Solok Selatan. (Antara Sumbar/Erik Ifansyah Akbar)

Padang (ANTARA) - Jalan nasional Padang-Kerinci yang sempat tertutup air luapan Sungai Batang Liki yang membawa material bebatuan di Jorong Liki, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, telah bisa dilintasi.

"Alhamdulillah kemacetan yang terjadi akibat luapan Sungai Batang Liki yang menyebab jalan nasional di Liki tertutup air dan bebatuan sudah bisa diurai sekitar pukul 00.30 WIB dengan sistem buka tutup (one way)," kata Kapolres Solok Selatan, AKBP Imam Yulisdianto saat dikonfirmasi dari Padang, Sabtu.
,
Ia menyebutkan pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan melakukan penanggulangan dini dengan menggunakan alat berat loader serta evakuasi secara diri untuk membersihkan material bebatuan yang menutupi jalan.



Jalan utama yang menghubungkan tiga kecamatan, Sungai Pagu, Pauh Duo dan Koto Parik Gadang Diateh dengan pusat pemerintah kabupaten di Padang Aro, Kecamatan Sangir, kini sudah bisa dilintasi secara normal.

"Personel masih kami siagakan untuk memperlancar arus lalu lintas," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Solok Selatan, Inroni Muharamsyah menyebutkan luapan Sungai Batang Liki akibat hujan deras yang melanda hulu sungai sejak jam 17.00 WIB mengakibatkan sungai meluap dan membawa material bebatuan.



"Material bebatuan sudah menutupi jalan sekitar jam 19.00 WIB," katanya.

Saat ini, tambahnya arus lalu lintas terhenti dan terjadi antrean kendaraan dari arah Padang Aro maupun dari Sungai Pagu karena ketinggian air di jalan sudah mencapai satu meter. Sementara hujan masih mengguyur daerah itu.

Selain menggenangi jalan nasional, luapan sungai juga membanjiri sejumlah rumah warga Liki serta satu rumah ibadah. Sementara setidak sekitar 22 kepala keluarga dengan 73 jiwa terdampak langsung akibat luapan sungai tersebut.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar