Kodim OKU gelar latihan penanggulangan bencana alam

id kodim oku,tni gelar penanggulangan bencana,prajurit tni,bencana alam,banjir,longsor,penanggulangan bencana,pemkab oku

Kodim 0403 OKU menggelar pelatihan penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di Makodim setempat (Dok.Kodim 0403)

Baturaja, Sumsel (ANTARA) - Prajurit TNI di lingkungan Kodim 0403 Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menggelar latihan Posko I tahun 2019 guna penanggulangan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

"Pelatihan ini dilakukan dalam rangka melaksanakan operasi bantuan penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di tiga kabupaten meliputi Kabupaten OKU, OKU Timur dan OKU Selatan," kata Dandim 0403/OKU, Letkol Arm Agung Widodo di Baturaja, Senin.



Dia menjelaskan, latihan posko merupakan metode latihan taktis tanpa pasukan yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan prosedur hubungan antara staf dan komandan TNI dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan operasi bantuan menanggulangi bencana alam.



"Termasuk juga dalam mempersiapkan tempat pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan kepada korban bencana," kata dia.



Latihan posko I yang dilaksanakan di Markas Kodim 0403/OKU belum lama ini tersebut guna melaksanakan operasi bantuan kepada pemerintah daerah setempat untuk mengurangi dampak bencana alam banjir dan tanah longsor yang sewaktu-waktu dapat terjadi.



"Latihan ini ditujukan untuk daerah yang terdapat rawan bencana alam, tanah longsor banjir, gempa bumi dan bencana alam lainnya," ungkapnya.



Menurutnya, wilayah teritorial Kodim 0403/OKU terdapat sejumlah wilayah rawan terjadi bencana alam tersebut sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan sedini mungkin agar tidak menimbulkan korban jiwa.



"Oleh sebab itu, saya meminta personel Kodim 0403/OKU yang telah mengikuti latihan Posko I ini agar nantinya benar-benar bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya di lapangan," tegasnya.



Dia juga berharap, setelah mengikuti latihan posko ini para personel dapat memiliki kemampuan dan kepekaan yang lebih tinggi terhadap setiap jenis bencana yang terjadi di zona wilayah setempat.



Personel diharapkan mampu enganalisa dan mengantisipasi serta dapat segera menentukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap potensi ancaman bencana alam.



"Selain itu, personel juga harus mampu mengoperasionalkan Protap yang sudah ada," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar