Kemenperin akan fasilitasi "coworking space" dukung usaha rintisan milenial

id coworking space,usaha rintisan,generasi milenial,kemenperin,airlangga hartarto,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antar

Arsip- Pekerja beraktivitas di 'coworking space' atau ruang kerja bersama JSC Hive di Setiabudi. (ANTARA/Dhemas Reviyanto)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memfasilitasi tempat untuk para generasi milenial Indonesia dapat berkarya dan berkreasi, guna menumbuhkan wirausaha baru khususnya dalam rangka meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional di tengah era industri 4.0 saat ini.

“Untuk pengembangan human capital, Kemenperin memfasilitasi berbagai coworking space, seperti di Bandung yang bekerja sama dengan Telkom.  Kemudian juga ada di Bali, Makassar, dan Batam,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya di Jakarta, Rabu.

Bahkan, lanjut diam Kemenperin mendorong perusahaan global untuk berinvestasi membuka inkubasi bisnis dalam upaya menelurkan startup atau usaha rintisan di Indonesia. Investor asing ini juga diharapkan bisa menggandeng pelaku usaha lokal.

“Contohnya, di Singapura ada Block71, mereka sudah buka di Jakarta. Kemudian operator-operator telekomunikasi mulai membuat coworking space,” kata Airlangga Hartarto.

Baca juga: Kemenperin dorong pertumbuhan industri kacamata karena baru ada satu

Menperin menilai, keberadaan coworking space tersebut bakal mendorong pengoptimalan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) karena terciptanya produk buatan anak bangsa.

Salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan komponen telepon pintar (smartphone) sehingga dapat menekan impor bahan baku bagi industri elektronika di Tanah Air.

“Yang dimaksudkan sebagai local content itu tidak hanya hardware, tetapi juga software,” ujar Airlangga Hartarto.

Misalnya, ini diaplikasikan oleh Apple Developer Academy yang beroperasi di BSD City, Tangerang, Banten melalui kerja sama dengan universitas.

“Sebanyak 200 anak muda dilatih di sana, dan beberapa waktu lalu sudah ada lebih dari 100 lulusan yang dihasilkan. Ini merupakan pertama di Asia. Selain di Indonesia, ada di Brasil dan Italia. Di antara negara Asia, paling banyak anak muda adalah dari Indonesia, yang melebihi Jepang dan Taiwan. Ini menjadi potensi bagi kita,” kata Airlangga.

Apple Developer Academy di Indonesia ini akan terus dikembang dan ditargetkan bakal dibuka lagi di Surabaya (Jawa Timur) dan Batam (Kepulauan Riau).

Oleh karena itu, dalam menghadapi era digital, Airlangga meminta kepada generasi milenial Indonesia agar mampu menguasai tiga ilmu, yakni Bahasa Inggris, statistika, dan koding.

“Kami juga mendorong pemangku kepentingan terkait seperti Kemenristekdikti untuk bisa literatesi di bidang digital,” kata Airlangga Hartarto.

Kemudian, lanjutnya, untuk membuat transformasi manager berbasis industri, khususnya di tingkat pimpinan, Kemenperin bekerja sama dengan MIT, Bappenas, dan Lemhanas, untuk melakukan pelatihan.

“Diharapkan melalui upaya ini, baik birokrasi maupun swasta bisa jalan bersama,” kata Airlangga Hartarto.

Baca juga: Dalam sepekan Kemenperin ajak 750 IKM melek teknologi
Baca juga: Kemenperin pastikan Indonesia tak alami deindustrialisasi

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar