Densus 88 geledah rumah kontrakan terduga teroris

id Terduga teroris Madiun,Densus 88,densus 88 antiteror,teroris Madiun,Brimob Madiun,teroris caruban madiun

Kondisi rumah kontrakan terduga teroris Joko Supriyono (JS) di RT 08/RW 03, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang digeledah tim Densus 88, Selasa (14-5-2019).  (Istimewa)

Madiun (ANTARA) - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggeledah rumah kontrakan terduga teroris Joko Supriyono (JS) di RT 08/RW 03, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa.

Penggeledahan tersebut setelah Densus menangkap terduga teoris asal Semarang, Jawa Tengah. Adapun JS ditangkap saat sedang berjualan di kios kacamata miliknya, Pasar Sayur Caruban.

Berdasarkan informasi istri JS yang berinisial NF, dalam penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang penting milik suaminya, di antaranya laptop, telepon seluler, dan catatan milik suaminya.

Barang-barang tersebut lalu dibawa oleh sejumlah petugas yang menggeledah rumah kontrakan tersebut. Rumah itu dikontrak oleh keluarga JS sejak setahun terakhir. JS tinggal di rumah tersebut bersama istri dan anak-anaknya.

Sementara itu, para tetangga JS tidak menyangka jika pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah tersebut ditangkap tim Densus 88 Antiteror karena terlibat jaringan teroris.

"Ya, kaget saja. Soalnya Pak Joko itu tidak ada tampang teroris. Kesehariannya dia dan istrinya juga bergaul biasa dengan tetangga dan warga desa. Pokoknya tidak ada yang mencurigakan. Makanya, semua pada tidak menyangka," ujar tetangga JS, Ika Septianis kepada wartawan.

Menurut Ika, rumah kontrakan tersebut didatangi banyak petugas kepolisian pada Selasa siang sekitar waktu salat zuhur. Saat digeledah, di rumah tersebut terdapat istri Joko. Sementara Jokonya sendiri telah ditangkap saat berjualan di kiosnya.

Selain dikenal ramah dan baik dengan tetangga, Joko juga dikenal taat beribadah. Selama mengontrak di lingkungan tersebut, Joko dan keluarganya juga aktif dengan kegiatan kampung.

"Sering terlibat dengan kegiatan kampung. Kayak kerja bakti dan kegiatan saat agustusan. Pokoknya tidak ada yang aneh dengan tingkah lakunya," tambahnya.

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror menangkap Joko Supriyono di Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun, Selasa pagi. Terduga teroris itu diamankan saat menjaga kios kacamata. Hingga Selasa sore, Joko masih diperiksa petugas di Markas Brimob Detasemen C Pelopor Madiun, Jalan Yos Sudasrso Kota Madiun. ***2***
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar