Di China dua tewas dan 12 luka akibat wahana permainan

id liburan hari buruh,kecelakaan di China

Petugas penyelamat membawa korban kecelakaan bus dengan tandu di Congjiang, Provinsi Guizhou, Sabtu (2/2). Tiga belas orang tewas dan 21 lainnya luka-luka, 11 di antaranya luka serius akibat bus yang mereka tumpangi masuk jurang di Congjiang Sabtu pagi. Kecelakaan tersebut terjadi di saat sektor transportasi China sedang bersiap untuk perayaan Tahun Baru China, periode di mana ratusan juta warga pulang kampung untuk bertemu keluarga mereka. Jumat (1/2) lalu, sebuah bus yang membawa 29 orang tergelincir ke lereng sedalam 100 meter di provinsi Sichuan, menewaskan tujuh penumpang dan melukai 22 lainnya. Selain itu, jembatan jalan raya di provinsi Henan ambruk akibat truk kembang api meledak dan menewaskan 10 orang serta melukai 11 lainnya. (REUTERS/China Daily)

Beijing (ANTARA) - Sebanyak dua orang tewas dan 12 lainnya mengalami luka-luka akibat wahana permainan di Kota Chengdu, China, runtuh.

Pemerintah daerah setempat, Kamis, menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (1/5) pukul 17.00 waktu setempat (16.00 WIB).

Peristiwa yang terjadi di taman terbuka di Ibu Kota Provinsi Sichuan itu telah menyebabkan 14 orang terluka yang terdiri atas delapan dewasa dan enam anak-anak, demikian laporan CRI, radio resmi setempat.

Kemudian dua orang dewasa yang mengalami luka-luka tewas saat sedang dirawat di rumah sakit terdekat.

Sementara korban luka sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit Kota Chengdu.

Pihak berwenang memerintahkan penutupan wahana perosotan sepanjang 235 meter tersebut untuk memudahkan penyelidikan.

Sejumlah objek wisata di China dipenuhi wisatawan saat libur Hari Buruh selama tiga hari, terhitung mulai Rabu (1/5).

Suasana dalam Kota Beijing juga tampak lengang karena sekolah dan perkantora diliburkan pada Hari Buruh, kecuali beberapa kantor perwakilan pemerintahan asing.

Mulai tahun ini pemerintah China memberlakukan libur panjang untuk memperingati Hari Buruh tersebut. 
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar