Bupati : Budaya gotong royong harus tetap lestari

id Bupati Musi Rawas Utara,Syarif Hidayat,lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat,Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga,kegiatan BBR

Bupati Muratara, Syarif Hidayat pada acara penilaian lomba BBGRM ke XVI dan HKG-PKK ke 46 tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Batu Gajah Baru, Muratara, Kamis (21/3/2019). (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah/Ang/19)

Musi Rawas Utara, Sumsel (ANTARA) - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Syarif Hidayat menginginkan masyarakatnya agar tetap melestarikan budaya gotong royong yang sudah menjadi warisan nenek moyang terdahulu di daerah tersebut.

"Budaya gotong royong harus tetap lestari di Bumi Beselang Serundingan ini," kata Bupati Muratara, Syarif Hidayat pada acara penilaian lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI dan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke 46 tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Batu Gajah Baru, Kamis.

Menurut Bupati Syarif, dengan adanya kegiatan BBRGM dan HKG-PKK ini tentu dapat menumbuhkan kerjasama dalam berbagai pembangunan yang diarahkan pada penguatan kesatuan dan persatuan masyarakat.

"Nilai sosial budaya dalam aspek bergotong royong dan keswadayaan ini patut kita jaga, kita pelihara dan terus dikembangkan agar masyarakat bersinergi dalam pembangunan," ujarnya.

Dia berharap kegiatan BBRGM dan HKG-PKK ini dijadikan momentum untuk mempererat kebersamaan warga melalui peran nyata dalam berbagai aktivitas pembangunan di Kabupaten Muratara.

"Mari kita terus bersinergi membangun daerah yang kita cintai ini, sesuai dengan visi misi bupati dan wakil bupati, mewujudkan masyarakat Muratara yang makmur, sejahtera, aman, bermartabat dan beriman," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muratara, Lia Mustika Syarif menambahkan, gotong royong merupakan filosofi Kabupaten Muratara, yakni Bumi Beselang Serundingan.

"Beselang itu artinya gotong royong dan Serundingan itu artinya saling tolong menolong, jadi kegiatan ini adalah filosofi daerah kita, benar apa yang disampaikan bapak bupati bahwa budaya gotong royong harus tetap dilestarikan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD-P3A) Kabupaten Muratara, Gusti Rohmani menuturkan, kegiatan BBGRM dan HKG-PKK bertujuan mengingatkan kembali budaya gotong royong yang hampir ditinggalkan oleh masyarakat.

"Pemerintah ingin budaya ini tetap hidup mempersatukan masyarakat, dengan gotong royong, pekerjaan yang susah menjadi mudah, pekerjaan yang lama menjadi sebentar, itulah kemuliaan dari gotong royong," katanya.

Pihaknya memberikan apresiasi kepada Desa Batu Gajah Baru yang terpilih sebagai peserta lomba mewakili Kabupaten Muratara untuk mengikuti perlombaan dalam kegiatan yang sama yakni BBGRM dan HKG-PKK tingkat Provinsi Sumsel.

"Kami menilai Desa Batu Gajah Baru layak mewakili Muratara untuk bersaing dengan desa-desa lainnya di 17 kabupaten kota se Sumsel," ujarnya.

"Sesuai apa yang dicanangkan pemerintah pusat dengan adanya lomba BBRGM ini guna melestarikan nilai gotong royong, sehingga terciptanya persatuan, keamaman dan ketertiban masyarakat," ujarnya.

Untuk diketahui, selain penilaian lomba BBRGM dan HKG-PKK, pada acara itu juga ada pelayan berobat gratis, pelayanan KB gratis, sunatan massal, pembuatan KTP elektronik, perpustakaan keliling, serta dimeriahkan oleh stand-stand yang menampilkan potensi unggulan dari setiap kecamatan.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar