Nelayan diimbau jaga habitat ikan sungai

id dinas perikanan,ikan,habitat ikan,sungai,nelayan,putas ikan,budi daya perikanan,perikanan

Dokumen - Menjala ikan (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)

Baturaja (ANTARA News Sumsel) - Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengimbau para nelayan agar menjaga habitat sungai dengan tidak melakukan penangkapan ikan secara ilegal seperti menggunakan alat setrum atau zat kimia.

"Para nelayan yang mencari ikan di Sungai Ogan diharapkan tidak memakai alat setrum atau menggunakan zat kimia seperti putas agar bibit ikan dapat berkembang biak," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Ogan Komering Ulu, Tri Aprianingsih di Baturaja, Rabu.

Dia menegaskan, setiap nelayan atau masyarakat OKU harus menggunakan cara yang ramah lingkungan dalam menangkap ikan di sungai seperti menggunakan pancing atau jala agar tidak merusak ekosistem Sungai Ogan.

"Jika dengan cara menyetrum atau menabur zat kimia di sungai tidak hanya ikan besar yang mati, namun bibitnya juga ikut terbunuh," ujarnya.

Sejauh ini penangkapan ikan dengan cara merusak ekosistem sungai masih dilakukan oleh oknum masyarakat di beberapa kecamatan di OKU sehingga perlu pengawasan sebagai upaya pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

Pengawasan tersebut dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang sudah dibentuk guna berjaga di pos penjagaan sungai untuk mengawasi aksi penangkapan ikan secara ilegal.

"Hingga saat ini sebanyak empat titik pos jaga sudah terbentuk untuk pengawasan sungai yaitu di Kecamatan Lubuk Batang, Baturaja Barat, Sosoh Buay Rayap, dan Kecamatan Pengandonan," ungkapnya.

Pos pengawasan tersebut dijaga 10 orang anggota pokmaswas yang bertugas mengawasi setiap aktifitas warga dalam melakukan penangkapan ikan di sungai agar tidak melanggar aturan.

"Jika ada warga yang menangkap ikan secara ilegal, Pokmaswas wajib melapor ke pihak kepolisian setempat agar dapat ditindak tegas," tegas dia.

Dia menambahkan, dalam menjalankan tugas, setiap anggota pokmawas ini mendapat fasilitas dan perlengkapan seperti jas hujan, alat komunikasi, kamera, teropong dan senter.

"Dalam waktu dekat tim pengawas sungai ini juga akan menerima bantuan perahu dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Dinas KKP Sumatera Selatan untuk menunjang tugas mengawasi di sungai," ujar dia. 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar