PDPDE menargetkan membangun PLTMH mini di Baturaja

id pembangkit listrik,pembangkit listrik tenaga mikro hidro mini,berita palembang,berita sumsel,Pembangkit Listrik Tenaga Surya,plts

Arsip- Sejumlah pekerja memasang solar panel pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. (ANTARA Sumsel/Nova Wahyudi/dol/17) ()

Palembang (Antaranews Sumsel) - Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi Sumatera Selatan menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro mini berkapasitas 1,5 megawatt di Baturaja pada tahun 2018.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) A Yaniarsyah Hasan di Palembang, Rabu, mengatakan, untuk perizinan proyek ini diperkirakan akan keluar pada Juni 2018.

"Begitu pula dengan izin prinsipnya," kata dia.

Menurutnya, pihaknya baru memperpanjang kontrak PLTMH ini pada pertengahan tahun lalu dengan pengembang.

Hal ini terkait dengan rencana pembangunan pembangkit di air terjun Way Kambas dengan karakteristik air terjun yang curam dan tinggi. Pengembangan ini membutuhkan lahan 3 hektare.

"Investasi pengembangan energi terbarukan ini 2 juta dolar AS," kata dia.

Ia mengatakan pengembangan PLTMH di Sumsel terbilang agak terlambat jika dibandingkan daerah lain. Tak heran PDPDE selaku BUMD tertarik untuk menggarapnya.

"Bagi PDPDE merupakan yang pertama dan tentunya menjadi pilot projet ke depannya," ujar dia.

Ia menjelaskan, PLTMH ini memang belum tergarap maksimal lantaran untuk pengembangan ini membutuhkan dana cukup besar termasuk juga lahan.

Hal ini karena tingkat pengembalian modal 9 persen lebih lama dibandingkan energi fosil seperti batubara.

"Artinya, memang menguntungkan untuk waktu yang lama, tapi untuk tingkat (jangka waktu) pengembalian modal lama. Untuk batubara sekitar 10 tahun, ini bisa mencapai 15 tahun," kata dia.

Dengan demikian, tentu bagi para investor ini patut menjadi pertimbangan untuk pengembangan energi ini terutama di Indonesia.

Selain merencanakan pembangunan PLTMH Mini, PDPDE Sumatera Selatan menargetkan pembangunan pipa gas sepanjang sekitar 118 km pada 2018 untuk melebarkan sayap bisnis.

Target ini setelah merealisasikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Jakabaring.

"Proyek jalur pipa tersebut akan menghubungkan Palembang-TAA-Muntok. Peruntukanya memang ditujukan untuk distribusi gas ke Provinsi Bangka Belitung," kata dia.
(T.D019/B015)
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar