Emas jatuh 15,70 dolar, tertekan data pekerjaan Amerika Serikat yang positif

id harga emas,emas berjangka,bursa Comex,data pekerjaan AS,penguatan dolar,berita sumsel, berita palembang, antara palembang

Emas jatuh 15,70 dolar, tertekan data pekerjaan Amerika Serikat yang positif

Ilustrasi - Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria. ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa.

Chicago (ANTARA) - Emas merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan tajam sehari sebelumnya, kembali berada di bawah level psikologis 1.800 dolar, setelah laporan pekerjaan AS tampak lebih baik dari yang diperkirakan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok 15,7 dolar AS atau 0,87 persen, menjadi ditutup pada 1.791,20 dolar AS per ounce. Untuk minggu ini harga emas Comex cenderung datar.

Baca juga: Harga emas melonjak 30,5 dolar AS

Emas berjangka melonjak 30,5 dolar AS atau 1,72 persen menjadi 1.806,90 dolar AS pada Kamis (4/8/2022), setelah tergelincir 13,30 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1.776,40 dolar AS pada Rabu (3/8/2022), dan terdongkrak 2,0 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.789,70 dolar AS pada Selasa (3/8/2022).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (5/8/2022) bahwa para pengusaha AS menambahkan 528.000 pekerjaan baru pada Juli, jauh lebih baik dari perkiraan para ekonom untuk penambahan 258.000; dan tingkat pengangguran adalah 3,5 persen, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 3,6 persen.

Data ekonomi yang optimis mendorong indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, yang meredam daya tarik emas.

Baca juga: Emas datar di perdagangan Asia jelang pertemuan Federal Reserve

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, mencapai tertinggi satu minggu di 106,81. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang menjadi acuan mencapai tertinggi dua minggu di 2,87 persen.

Analis pasar berpendapat bahwa laporan pekerjaan Juli yang kuat dapat memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan terus secara agresif memperketat kebijakan moneter dalam upaya untuk menurunkan inflasi tertinggi dalam lebih dari empat dekade.

"Beberapa minggu ke depan akan benar-benar menguji apakah emas adalah tempat yang aman lagi," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA. “Pedagang emas sekarang memiliki dua pertanyaan besar: Seberapa tinggi Fed akan mengambil suku bunga? Bisakah emas reli bersama penguatan dolar?”

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 28 sen atau 1,39 persen, menjadi ditutup pada 19,842 dolar AS AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 20 sen atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 924,70 dolar AS per ounce.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2022