Limbah cair kelapa sawit bisa jadi bahan bakar pembangkit listrik sekaligus reduksi emisi metana

id PLTBg Sei Mangkei,KEK Sei Mangkei,PLTS Sei Mangkei,energi baru terbarukan,energi hijau,limbah cair kelapa sawit,emisi ka

Limbah cair kelapa sawit bisa jadi bahan bakar pembangkit listrik sekaligus reduksi emisi metana

Pembangkit listrik tenaga biogas yang memanfaatkan limbah cair kelapa sawit di Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara. ANTARA/HO-Pertamina

Jakarta (ANTARA) - Limbah cair kelapa sawit yang seringkali dibuang karena dianggap tak bernilai justru bisa diolah menjadi bahan bakar pembangkit listrik yang berpotensi mereduksi emisi gas metana.

Sinergi antara PT Pertamina (Persero) melalui subholding Pertamina NRE dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang memanfaatkan limbah tersebut mampu menghasilkan energi hijau dari pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) Sei Mangkei, Sumut.

"Kerja sama strategis ini untuk meningkatkan energi baru terbarukan pada bauran energi, sekaligus menurunkan emisi karbon," kata Chief Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang berlokasi di Simalungun memiliki konsep zona ekonomi hijau. Sumber energi berbasis biogas dan surya menjadi penopang keandalan listrik di wilayah tersebut.

PLTBg Sei Mangkei memiliki kapasitas 2,4 MW, yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare milik Perkebunan Nusantara III, dengan menyerap 288.350 meter kubik limbah cair kelapa sawit per tahun.

Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengungkapkan pengelolaan limbah cair kelapa sawit secara terbuka menghasilkan gas metana yang berdampak buruk bagi lingkungan karena bisa mempercepat pemanasan global.

Menurutnya, kehadiran PLTBg Sei Mangkei yang memanfaatkan limbah cair kelapa sawit berpotensi mereduksi emisi gas metana sekitar 2.500 hidrokarbon metana atau setara 70 ribu ton karbon dioksida per tahun.

"Sebagai bentuk komitmen dari PTPN Group dalam pengembangan energi baru terbarukan serta mendukung pencapaian target bauran 23 persen pada 2025, kami wujudkan melalui pengembangan PLTBg dan program biogas co-firing di unit perkebunan kelapa sawit PTPN Grup dengan Pertamina NRE," ujar Ghani.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pengembangan PLTBg Sei Mangkei telah memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, di antaranya pengurangan emisi gas metana dan karbon, pengurangan konsumsi listrik berbasis fosil serta menjadi sumber pendapatan baru.

"Pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi listrik memberikan nilai ekonomis bagi PTPN III sebesar Rp3,5 miliar per tahun," pungkasnya.

Selain membangun PLTBg Sei Mengkei, Pertamina NRE juga membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas dua MW yang berpotensi menurunkan 2.000 ton karbon dioksida per tahun.

Pemanfaatan listrik biogas dan surya akan mendukung terwujudnya konsep zona ekonomi hijau di KEK Sei Mangkei dan mendukung upaya pelaku industri untuk mendapatkan sertifikat hijau.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2021