Cegah longsor, BBPJN Sumsel gunakan tananam vetiver

id Jalan,tanaman vetiver,longsor,bbpjn sumsel

Cegah longsor, BBPJN Sumsel gunakan tananam vetiver

Kepala BBPJN Sumsel Kgs Syaiful Anwar (tengah). (ANTARA/Dolly Rosana/21)

Penanaman rumput vetiver atau dikenal juga dengan sebutan akar wangi ini sifatnya untuk pencegahan
Palembang (ANTARA) - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Sumatera Selatan menggunakan tanaman vetiver untuk mencegah longsor terutama di pinggir sungai dan perbukitan.

Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JM) BBPJN Sumsel Yuli di Palembang, Jumat, mengatakan vetiver  akan ditanam di kawasan Sungai Betung-Sekayu dan perbukitan Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel.

“Penanaman rumput vetiver atau dikenal juga dengan sebutan akar wangi ini sifatnya untuk pencegahan,” kata dia.

Ia mengatakan sebenarnya tanaman ini sudah digunakan BBPJN sejak 2008 di beberapa kawasan longsoran dangkal dengan sudut kemiringan kurang dari 45 derajat.

Namun kali ini akan lebih dimasifkan karena tanaman vetiver ini diyakini sangat bermanfaat untuk mengurangi potensi longsor di daerah perbukitan dan pinggiran sungai.

Untuk menanam rumput vetiver, terdapat beberapa kriteria khusus, seperti kawasan tersebut merupakan kriteria longsoran dangkal dengan kedalaman 1 -1,5 meter, kemiringan lereng 30-45 derajat atau tidak terlalu tegak.

“Jika ini efektif maka banyak keuntungan yang didapat, terutama dari sisi biaya. Jika terjadi longsor, terkadang untuk satu titik saja dibutuhkan Rp5 miliar, belum lagi kerugian masyarakat karena akses yang terputus,” kata dia.

BBPJN Sumsel sudah berkoordinasi dengan Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan Kementerian PU, terkait penggunaan rumput vetiver tersebut, serta menggelar survei ke daerah rawan longsor di Kota Pagaralam, Sumsel.

“Target kami akan ada satu percontohan penggunaan vetiver di Sumsel bekerja sama dengan Direktorat Bintek setelah lebaran nanti,” katanya.

Saat ini, terdapat sekitar 90 titik lereng yang berpotensi longsor berdasarkan hasil survei BBPJN Sumsel, lorong potensi tinggi, sedang dan rendah. Namun sudah ditangani sebanyak 20 titik lereng sejak 2020-2021.

Kepala BBPJN Sumsel Kgs Syaiful Anwar mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD Sumsel untuk penggunaan rumput ini, yang pernah dipakai di Sungai Citarum saat erosi besar-besaran beberapa tahun lalu.

“Kami bisa merangkul warga setempat saat penanaman rumput vetiver. Kami harap masyarakat bisa terbantu dari sisi ekonomi, apalagi ini sebagai pilot project,” ujarnya.

Harga rumput vetiver juga cukup terjangkau karena satu bongkol berkisar Rp60.000.Rumput tersebut juga tidak perlu disiram, sehingga biaya perawatannya bisa ditekan.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar