BPSIP Sumsel gelar pelatihan kapasitas standar pertanian di OKU Timur

id BPSIP Sumsel, bimtek OKU Timur, tanaman jagung, produksi pertanian

BPSIP Sumsel gelar pelatihan kapasitas standar pertanian di OKU Timur

Ratusan petani, penyuluh pertanian dan penangkat jagung di Kabupaten OKU Timur mengikuti bimtek penguatan kapasitas pertanian, Rabu. (ANTARA/Edo Purmana/24)

Martapura (ANTARA) - Sejumlah calon penangkar jagung di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKU) Timur mendapat pelatihan terkait  penerapan standar instrumen pertanian sehingga bisa meningkatkan produktifitasnya.

Kepala BPSIP Sumatera Selatan (Sumsel), Suharyanto di Martapura, ibu kota Kabupaten OKU Timur, Rabu mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka mendukung upaya peningkatan produksi pertanian tanaman jagung di Sumsel, khususnya di Kabupaten OKU Timur.

Selain penangkar bibit jagung, pelatihan khusus itu juga dikuti 150 petani dan penyuluh pertanian di daerah paling timur di Sumatera Selatan itu. Kegiatan penguatan sistem pertanian itu digelar di lima kabupaten di Sumsel, salah satunya di OKU Timur.

Suharyanto menyebutkan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan para petani jagung dalam melaksanakan Good Agriculture Practices (GAP) yang selama ini masih standar atau belum dilakukan secara optimal.

"Penguatan kapasitas penerapan standar pertanian ini merupakan program nasional yang dilaksanakan di 22 provinsi di Indonesia, termasuk di Sumsel," katanya.

Oleh sebab itu melalui kegiatan ini para peserta dilatih tentang cara bercocok tanam yang baik dan benar sehingga hasil panen jagung kedepannya dapat meningkat secara signifikan.

"Manfaatkanlah pelatihan ini dengan sebaik-baiknya sehingga ilmu yang disampaikan dapat diserap dan dipraktekkan di lapangan," ujarnya.

Sementara, Bupati OKU Timur, Lanosin Hamzah mengapresiasi kegiatan tersebut yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya pada tanaman jagung di wilayah itu.

Bupati pun berharap melalui bimbingan teknis tersebut OKU Timur tidak hanya fokus pada produksi pertanian saja, namun juga bisa menciptakan benih untuk petani bercocok tanam.

"Kami selaku pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan BPSIP Sumsel ini dalam upaya peningkatan produksi jagung sehingga petani dapat lebih sejahtera," ujarnya.