Ketua Umum Parfi 56: Banyak pekerja film tidak berpenghasilan dampak COVID-19

id Parfi,marcella zalianty,zalianty

Ketua Umum Parfi 56: Banyak pekerja film tidak berpenghasilan dampak COVID-19

Marcella Zalianty, aktris dan juga ketua PARFI (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pekerja seni ini adalah sektor informal, tiap hari bekerja demi dunia seni film dan kini penghasilan nol
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi 56) Marcella Zalianty mengatakan pekerja film banyak yang tidak berpenghasilan karena COVID-19.

"Pekerja seni ini adalah sektor informal, tiap hari bekerja demi dunia seni film dan kini penghasilan nol," kata Marcella dalam konferensi pers daring yang dipantau dari Jakarta, Sabtu.

Aktris yang merupakan kakak dari Olivia Zalianty itu mencontohkan jika ada lima film yang seharusnya digarap dan distop karena wabah COVID-19 maka ada sekitar 500 kru yang tiba-tiba tidak berpenghasilan. Bioskop juga banyak tutup saat COVID-19.

Pemeran Mel dalam film Brownies itu mengatakan rekan sesama Parfi 56 kini menggalang dana untuk dapat membantu kru film yang membutuhkan. Beberapa didapat dari sumbangan sesama artis untuk pekerja film yang membutuhkan.

"Kami galang dana fase pertama dari kita untuk kita sehingga membantu 250 orang pekerja film. Kemudian fase kedua, donasi digalang melalui laman kitabisa.com, kita lelang juga barang dari artis yang nanti hasilnya untuk pekerja film membutuhkan," kata dia.

Marcella mengatakan pandemi COVID-19 datangnya tanpa peringatan membuat banyak masyarakat tidak siap. Di masa kini, manusia harus siap berdampingan dengan virus corona jenis baru. Mau tidak mau kini masyarakat harus menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Indonesia itu tidak melakukan lockdown sehingga masyarakat harus disiplin menjaga imunitas masing-masing. Kalau tidak disiplin, tidak membantu pemerintah, membantu bangsa memutus mata rantai penularan COVID-19. Ini penting untuk kehidupan ekonomi agar bergerak normal kembali. Kini kita harus mengadaptasi 'new normal'," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar