McLaren tim Formula 1 pertama pangkas gaji pebalap dampak corona

id Formula 1,virus corona dan olahraga,McLaren potong gaji

McLaren tim Formula 1 pertama pangkas gaji pebalap dampak corona

Formula One F1 - Australian Grand Prix - (REUTERS/EDGAR SU)

Jakarta (ANTARA) - McLaren menjadi tim Formula 1 pertama yang memangkas gaji pebalapnya akibat pandemi COVID-19..

Terganggunya kompetisi Formula 1 musim 2020 akibat COVID-19 telah membuat tim pabrikan asal Inggris itu menemui kesulitan keuangan, sehingga mereka mengambil beberapa kebijakan, termasuk memotong gaji para pebalap dan stafnya selama tiga bulan ke depan.

"Langkah ini difokuskan untuk melindungi pekerja dalam jangka waktu singkat dan memastikan karyawan kami bisa kembali bekerja sepenuhnya ketika ekonomi normal kembali," demikian pernyataan McLaren seperti dilansir Reuters, Kamis.

Juru bicara McLaren mengatakan bahwa dua pebalap mereka, yaitu Lando Norris dan Carlos Sainz juga telah sepakat untuk dipotong gajinya. Tak terkecuali, kebijakan itu juga bakal diberlakukan kepada CEO tim, Zak Brown.

Namun pemotongan gaji tersebut tak berlaku bagi 100 hingga 150 karyawannya yang tengah bekerja membuat 10.000 ventilator di Inggris. McLaren bergabung bersama Smith Group membantu memproduksi ventilator sebagai alat bantu napas bagi korban virus corona.

McLaren memiliki total karyawan sebanyak 3.700 orang, dengan 850 orang di antaranya berkerja untuk tim Formula 1.

Banyaknya kompetisi Formula 1 musim 2020 yang ditunda akibat virus corona telah membuat tim McLaren kesulitan mendapatkan pemasukannya untuk perusahaan.mobil mereka.

Kondisi tersebut menjadi pukulan telak bagi sejumlah tim Formula 1 yang tidak memiliki pabrikan mobil, mengingat sebagian besar pendapatan mereka bergantung pada kompetisi, hadiah uang, dan sponsor.

Beruntung sebagai bentuk kelonggaran, Formula 1 membuat kebijakan baru terkait aturan kompetisi musim 2021. Demi memangkas biaya, balapan tahun depan akan tetap menggunakan mobil yang seharusnya digunakan tahun ini.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar