Polres OKU selidiki kasus penembakan warga Desa Pusar

id penembakab warga,polsek baturaja,korban penembakan di baturaja,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jemb

Teks Foto : Tim gabungan Satreskrim Polres OKU bersama jajaran Polsek Baturaja Barat melakukan olah TKP menyelidiki kasus penembakan misterius yang terjadi di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat pada Jumat sekitar pukul 04.30 Wib. (Antara News Sumsel/Edo Purmana)

Baturaja (ANTARA) - Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, bersama jajaran Polsek Baturaja Barat melakukan olah tempat kejadian perkara menyelidiki kasus penembakan di Desa Pusar terhadap korban M Ali (62) warga setempat pada Jumat (26/7) pukul 04.30 WIB.

"Setelah mendapat informasi adanya peristiwa penembakan yang terjadi di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, kami bergerak cepat guna menyelidiki kasus ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP NK Widayana Sulandari melalui Kanit Pidum, Ipda Karbianto di Baturaja, Jumat.

Menurut dia, hasil olah TKP sementara ini diketahui pelaku berjumlah dua orang menggunakan satu unit sepeda motor tanpa plat nomor polisi sengaja menembak pensiunan pegawai PDAM OKU tersebut saat korban berjalan kaki menuju masjid di Desa Pusar untuk shalat subuh.

Korban pengurus masjid di Desa Pusar ini ditembak oleh pelaku menggunakan senjata api dari jarak dekat berjarak sekitar tujuh meter mengenai pinggang bagian belakang sebelah kanan hingga korban terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Noesmir Baturaja guna mendapat perawatan medis.

Dia menegaskan, pihaknya akan mendalami kasus penembakan ini dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi termasuk memeriksa proyektil di tubuh korban, apakah peluru dari senjata organik atau rakitan.

"Yang jelas masih terus didalami. Apa motif dendam atau seperti apa. Kami juga masih mengumpulkan saksi-saksi," katanya.

Sementara menurut keterangan saksi salah seorang warga Desa Pusar, Rozali mengaku korban M Ali ditembak oleh pelaku tidak dikenal saat berjalan kaki menuju masjid yang terletak di jalan raya desa setempat untuk shalat subuh.

"Saat itu saya juga hendak shalat ke masjid mendengar suara letusan sebanyak satu kali dan seketika itu juga korban terlihat terkapar bersimbah darah sambil berteriak minta tolong," katanya.

Melihat insiden berdarah tersebut, lanjut dia, beberapa warga lainnya berdatangan guna menolong korban untuk dibawa ke rumah sakit agar mendapat penanganan medis.

"Informasi terakhir dari kerabat korban, saat ini kondisi Ali sudah membaik namun masih dirawat di rumah sakit," ujarnya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar