Pria ini sampaikan ancaman bom, gara-gara ingin kencani pramugari

id Lelaki Serbia,Pramugari Lufthansa

Pria ini sampaikan ancaman bom, gara-gara ingin kencani pramugari

Otoritas Bandara Nikola Tesla menangani ancaman bom pada sebuah pesawat Lufthansa jenis Airbus A320neo di Beograd, Serbia, pada Kamis (18/7/2019). ANTARA/REUTERS/Djordje Kojadinovic/aa (REUTERS/DJORDJE KOJADINOVIC)

Beograd (ANTARA) - Seorang lelaki Serbia yang berusia 65 tahun mengaku di pengadilan pada Sabtu bahwa ia menyampaikan ancaman bom palsu melalui telepon untuk mencegah pramugari satu pesawat Lufthansa meninggalkan negerinya.

Pria itu berharap pramugari tersebut mau berkencan dengan dia.

Gara-gara ulahnya 130 penumpang dan lima anggota awak penerbangan diungsikan dari pesawat LH 1411 pada Kamis (18/7), sebelum pesawat tersebut lepas-landas dalam penerbangan dari Beograd menuju Frankfurt. Pesawat itu dipindahkan dari landasan pacu sehingga satuan polisi khusus bisa menggeledahnya.

Seorang juru bicara untuk jaksa mengatakan kepada media Serbia, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu, penuntut telah meminta pengadilan agar menahan lelaki itu sambil menunggu tuntutan atas perbuatan yang mengakibatkan panik dan kekacauan.

Lelaki tersebut mengatakan kepada pengadilan ia telah bertemu dengan dua pramugari pesawat dan mengundang mereka untuk makan malam, tapi mereka menolak.

Ia terutama tertarik pada salah satu dari mereka, dan setelah ia gagal menemukan pramugari itu di hotelnya, ia melakukan upaya sia-sia terakhir untuk mencegah pramugari tersebut pergi dengan menelepon mengenai ancaman bom.

Polisi melacak telepon tersebut dan lelaki itu ditangkap sehari kemudian.

Sumber: Reuters


 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar