173 hotel di Mekah disiapkan untuk jemaah haji Indonesia

id Haji 2019, mch 2019,hotel jamaah haji

173 hotel di Mekah disiapkan untuk jemaah haji Indonesia

Kepala Daerah Kerja Mekkah (Kadaker) Mekkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440 H/2019 Subhan Cholid mengatakan sebanyak 173 hotel di Mekkah disiapkan untuk jamaah calon haji Indonesia (Hanni Sofia)

Mekkah (ANTARA) - Sebanyak 173 hotel atau penginapan di sekitar Kota Mekkah telah disiapkan untuk menjadi lokasi tempat tinggal bagi jamaah calon haji Indonesia selama menunaikan rangkaian rukun Islam yang kelima, ibadah haji.

“Ada 173 hotel tersebar di 11 sektor, terbanyak di sektor 2 ada 36 hotel dan paling sedikit di sektor 10 ada dua hotel tapi meski hanya dua tapi kapasitasnya mencapai 23.000 jemaah,” kata Kepala Daerah Kerja Mekah (Kadaker) Mekah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440 H/2019 Subhan Cholid di Kantor Urusan Haji Indonesia di Kota Mekkah, Rabu.

Tercatat pada sektor 1 sebanyak 23 hotel, sektor 2 sebanyak 36 hotel, sektor 3 sebanyak 23 hotel, sektor 4 sebanyak 19 hotel, sektor 5 sebanyak 11 hotel, dan sektor 6 sebanyak 10 hotel. Sementara sektor 7 sebanyak 15 hotel, sektor 8 sebanyak 12 hotel, sektor 9 sebanyak 15 hotel,
sektor 10 sebanyak 2 hotel, dan sektor 11 sebanyak 7 hotel.

Dari jumlah itu, perusahaan katering yang akan menyiapkan konsumsi bagi jamaah asal Indonesia sebanyak 36 perusahaan.

“Kita akan mulai memberikan layanan kepada jemaah 15 Juli 2019. Kloter pertama akan tiba di Mekah ini diawali dengan Kloter Surabaya 1 asal daerah dari Magetan nanti akan ditempatkan di zona Mahbas Jin,” katanya.

Dalam sehari diperkirakan akan tiba 7-20 kloter ke Mekah dengan lama masa tinggal jemaah di Mekah selama sekitar 25 hari.

Dia mengatakan selain pemondokan dan catering pihaknya juga menyiapkan layanan transportasi untuk mendekatkan jamaah ke Masjidil Haram dengan menggandeng perusahaan angkutan antarkota sebanyak 6 PO.

“Dukungan layanan lain ada bimbingan ibadah ada kasie dan ada konsultannya juga di sini, kemudian ada perlindungan jamaah, ada PIHK yang melayani haji khusus kemudian ada layanan kedatangan kepulangan, konsentrasi ke kepulangan,” katanya.

Beberapa hal yang diantisipasinya adalah masalah tanazul (kepulangan dipercepat) mutasi maju atau mutasi mundur.

“Biasanya kloter awal banyak orang penting yang ingin pulang lebih awal tapi layanan mutasi cepat diprioritaskan untuk jamaah yang sakit,” katanya.
 
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar