Stok beras di Bulog dua Juta ton

id beras

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar yang didampingi Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Yusuf Salahuddin tinjau beras di gudang bulog. (ANTARA News Sumsel/Susilawati/09022019)

Palembang, (ANTARA News Sumsel) - Stok seluruh Indonesia untuk cadangan berasnya cukup memadai yang ada di gudang Bulog saja ada dua juta ton lebih.

Artinya kalau Bulog pegang dua juta ton itu setara lima atau tujuh persen stok di Bulog saja, yang lain ada berjuta-juta ada di pasar-padar induk seperti pasar Cipinang, stoknya ada lebih dari 50 ribu ton dan itu baru satu pasar saja belum di pasar lainnya, kata Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar yang didampingi Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, M Yusuf Salahuddin di Palembang, Sabtu.

Menurut dia, belum lagi yang dipegang konsumen terus pedagang, pengilingan dan tengkulak semua pegang beras.

"Jadi, saya pikir masalah pangan tidak ada persoalan, jadi tidak perlu khawatir beras ini sampai setahun juga tidak akan kekurangan," ujarnya.

Apalagi lanjutnya, sebentar lagi akan panen padi pada Februari sudah mulai spot-spot panen, kemudian di Maret makin banyak dan pada April puncaknya panennya bisa puluhan juta ton.

Ia menegaskan, masalah pangan untuk saat ini tidak ada persoalan inilah peran Bulog bagaimana untuk menjaga stabilitasi pangan, harga tidak mahal, dimana harga beras Rp8.600 juga ada di pasar masih banyak dalam rangka menjaga stabilisasi ketersediaan dan keterjangkauan bahwa masyarakat mencari bahan pangan tidak ada persoalan.

Untuk target penyerapan beras pada tahun ini sebanyak 1,8 juta ton, tuturnya pula.

Sementara mengenai temuan beras turun mutu di OKU Timur, ia menjelaskan, tidak ada persoalan memang kemarin ditemukan ada beras yang turun mutu dan sesuai aturan permentan no 38 tahun 2018 tentang pengolahan cadangan pangan pemerintah (CPP) itu ada aturannya.

Untuk CPP yang sudah disimpan terlalu lama itu bisa namanya pelepasan  stok itu bisa dikeluarkan dalam rangka menghindari turun mutu itu.

Kalau turun mutu berarti akan kita periksa mana yang bisa kita perbaiki, mana yang bisa untuk pakan ternak dan mana yang tidak bisa sama sekali untuk dikonsumsi masyarakat.

"Saya jamin bulog sekarang tidak akan pernah menjual barang pakan yang tidak sesuai untuk dikonsumsi masyarakat tidak akan kita salurkan atau bahkan kita jual," katanya.
  
Pewarta :
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar